Upacara HUT RI ke-81 di Alun-alun Indramayu digelar tanpa kursi dan tenda peneduh khusus bagi pejabat serta tamu undangan. Di tengah pelaksanaan kegiatan itu, seorang perempuan berlari ke area tengah lapangan saat pengibaran bendera berlangsung.
Petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP segera mengamankan perempuan tersebut. Bupati Indramayu Lucky Hakim menyebut perempuan itu berteriak histeris dan diduga hendak mendekatinya.
Lucky mengajak jajaran birokrasi dan anggota DPRD untuk berdiri bersama peserta lainnya selama upacara. Ia menyatakan kegiatan tersebut berlangsung sekitar dua jam di bawah terik matahari.
Tidak ada hidangan, minuman dingin, buah-buahan, maupun camilan bagi tamu undangan. Pejabat, anggota dewan, pedagang, awak media, penjaga, dan warga yang hadir sama-sama mengikuti kondisi di ruang terbuka.
Empati bagi Warga yang Bekerja di Ruang Terbuka
Lucky mengatakan kebijakan tanpa fasilitas khusus itu dimaksudkan untuk menumbuhkan empati dan kepekaan sosial para pemangku kebijakan. Ia berharap pengalaman berada di bawah panas matahari dapat menjadi pengingat saat keputusan untuk masyarakat Indramayu diambil di ruang yang lebih nyaman.
“Saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama-sama berdiri dua jam di lapangan,” kata Lucky. Ia juga meminta maaf kepada tamu undangan yang harus mengikuti acara tanpa tenda dan pendingin ruangan.
Menurut Lucky, banyak warga menjalankan pekerjaan sambil berdiri dan terpapar panas. Kondisi kebutuhan sehari-hari yang tidak selalu mudah juga menjadi alasan pentingnya kepekaan para pejabat terhadap situasi masyarakat.
Perempuan Diamankan saat Prosesi Berlangsung
Insiden perempuan berlari terjadi ketika peserta upacara dan warga yang menyaksikan sedang fokus ke arah tiang bendera. Lucky berada di lapangan bersama Kapolres dan Dandim saat prosesi tersebut berlangsung.
“Jadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tahu mau apa,” ujar Lucky Hakim. Ia tidak melihat langsung langkah pengamanan karena sedang dalam sikap hormat kepada bendera.
Lucky mengatakan perempuan itu kemudian dibawa petugas ke bagian belakang lokasi acara. Setelah diamankan, perempuan tersebut dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk memperoleh penanganan medis.
Informasi yang diterima Lucky setelah upacara menyebut perempuan tersebut sebagai ODGJ. Namun, ia menyatakan tidak memahami secara rinci kondisi perempuan itu.
Ia menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara humanis selama tidak terdapat tindakan yang membahayakan orang lain. Peristiwa itu dinilainya sebagai kejutan yang tidak biasa dalam jalannya upacara kenegaraan.
Alun-alun Indramayu merupakan area terbuka untuk masyarakat dan banyak penonton berada di sekeliling lapangan. Lucky mengaku tidak mengetahui asal perempuan tersebut sebelum ia berlari menuju area tengah.
Lucky Hakim menjalani upacara itu sebagai Bupati Indramayu, posisi yang diembannya sejak Februari 2025. Kegiatan tersebut memperlihatkan pelaksanaan upacara yang menempatkan pejabat dan warga dalam kondisi lapangan terbuka yang sama.






