Di Balik Persetujuan Regulator, Merger Paramount-WBD Masih Digugat dan Makin Mahal

Persetujuan dari regulator belum cukup untuk menuntaskan jalan merger Paramount Skydance dengan Warner Bros. Discovery. Ketika gugatan negara bagian masih berjalan, Paramount memperkirakan penundaan dapat memunculkan beban hingga US$1,88 miliar.

Perusahaan kemudian meminta kelompok penggugat memasang jaminan dengan nilai tersebut di pengadilan. Paramount berpendapat biaya transaksi terus meningkat seiring tertundanya penyelesaian merger.

Regulator Setuju, Gugatan Tetap Berjalan

Paramount telah mendapatkan persetujuan dari Divisi Antitrust Departemen Kehakiman AS dan seluruh yurisdiksi global yang diperlukan. Meski demikian, 12 Jaksa Agung negara bagian tetap menggugat untuk memblokir transaksi senilai US$110 miliar itu.

Gugatan yang diajukan pada Juli dipimpin oleh Jaksa Agung California Rob Bonta. Dasar hukumnya adalah Clayton Antitrust Act, yang melarang merger dan akuisisi dengan sifat anti-persaingan.

Rencana merger Paramount-WBD akan menyatukan studio Paramount dan Warner Bros. serta portofolio jaringan televisi berbayar AS. Dalam kesepakatan itu, HBO Max dan Paramount+ juga menjadi bagian dari penggabungan usaha.

Tambahan 25 Sen per Saham

Besarnya permintaan jaminan berkaitan dengan ticking fee yang disetujui para pihak dalam transaksi. Ketentuan tersebut mewajibkan Paramount membayar tambahan 25 sen per saham kepada pemegang saham WBD setiap kuartal mulai 30 September sampai kesepakatan rampung.

Nilai ticking fee WBD itu diperkirakan sekitar US$650 juta untuk setiap kuartal. Paramount menyebut pembayaran yang akan muncul ketika persidangan selesai dan dokumen akhir diserahkan bisa mencapai US$1,3 miliar.

Pos BiayaNilaiPenjelasan
Permintaan jaminan ParamountUS$1,88 miliarMencakup potensi imbalan ticking dan pembiayaan litigasi
Ticking feeUS$650 juta per kuartalTambahan 25 sen per saham WBD
Biaya yang disebut tidak dapat dipulihkanUS$1,3 miliarDiproyeksikan saat proses persidangan selesai

Menurut Paramount, angka jaminan tersebut merupakan perhitungan atas beban maksimal yang mungkin timbul selama perkara berlangsung. Perusahaan juga menyoroti risiko bagi integrasi bisnis, investasi konten, dan kepastian kerja bagi karyawan kedua perusahaan.

Lini Waktu yang Diperdebatkan

Paramount telah menyetujui penundaan akuisisi hingga paling lambat Juni 2027 selama perkara diproses. Media Indonesia menyebut penundaan setidaknya delapan bulan itu menjadi alasan perusahaan menilai biaya akan semakin membengkak.

Juru bicara Paramount merujuk pada ketentuan federal yang menurut perusahaan memungkinkan penggugat diminta memasang jaminan atas kerugian potensial akibat penghentian transaksi. Bagi Paramount, penundaan merger menimbulkan konsekuensi keuangan yang dapat dihitung secara langsung.

Negara Bagian Menolak Memikul Risiko

Kantor Rob Bonta menyatakan negara bagian tidak seharusnya menanggung beban yang timbul dari ketentuan yang dibuat Paramount dan WBD sendiri. “Paramount menjalani proses ini dengan mata terbuka lebar. Mereka menanggung akibat dari perbuatannya sendiri,” ujar perwakilan kantor Bonta.

Pihak Bonta menegaskan kedua perusahaan mengetahui bahwa transaksi akan melalui peninjauan regulasi dan tidak memiliki hasil yang pasti. Mereka tetap memasukkan klausul ticking fee serta menyetujui jadwal yang kini dipermasalahkan.

Perdebatan mengenai jaminan menambah dimensi baru dalam gugatan antimonopoli AS terhadap transaksi tersebut. Pengadilan akan memutus apakah potensi kerugian finansial akibat penundaan perlu dijamin oleh kelompok negara bagian sebelum sengketa merger berakhir.

Baca Juga