Calon praja IPDN 2026 akan menjalani rangkaian seleksi dari pendaftaran daring pada 18 Agustus hingga pengumuman akhir pada November. Tahapannya tidak berhenti pada Seleksi Kompetensi Dasar, tetapi berlanjut ke pemeriksaan kesehatan, psikologi, kesamaptaan, dan antropometri.
Pendaftaran dibuka sampai 30 Agustus 2026 melalui SSCASN BKN. Kemendagri menargetkan penerimaan lebih dari 1.400 praja baru dalam seleksi pendidikan kedinasan tersebut.
Alur Seleksi yang Perlu Diperhatikan
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran online | 18-30 Agustus 2026 |
| Verifikasi dokumen | 18 Agustus-1 September 2026 |
| Pengumuman hasil verifikasi | 2-3 September 2026 |
| Masa sanggah dan jawaban | 4-6 September 2026 |
| Pembayaran biaya SKD | 11-15 September 2026 |
| Pelaksanaan SKD | 22 September-7 Oktober 2026 |
| Tes lanjutan dan kelulusan akhir | Oktober-November 2026 |
Setelah SKD, peserta akan menghadapi verifikasi faktual dan tes Bahasa Inggris. Tahap berikutnya mencakup kesehatan tahap pertama dan kedua, psikologi, integritas, kejujuran, kesamaptaan, serta antropometri.
Tes Bahasa Inggris dan kesehatan tahap pertama dijadwalkan pada Oktober 2026. Tes kesehatan tahap kedua serta kesamaptaan berlangsung pada Oktober hingga November, sebelum pengumuman akhir dan registrasi calon praja pada November.
Pendidikan Gratis dengan Ikatan Penugasan
IPDN membuka pendidikan bagi lulusan SMA atau MA tanpa biaya. Peserta yang menyelesaikan pendidikan dijanjikan pengangkatan sebagai CPNS.
Kelulusan seleksi juga membawa kewajiban untuk bersedia diangkat sebagai CPNS Praja atau PNS. Mereka harus siap ditempatkan di kampus IPDN maupun wilayah NKRI sesuai ketentuan.
Calon praja tidak diperbolehkan menikah selama menjalani pendidikan. Mereka juga wajib mematuhi tata kehidupan praja yang berlaku di lingkungan IPDN.
Pengunduran diri setelah kelulusan atau penggunaan dokumen yang melanggar ketentuan dapat berujung pada kewajiban mengganti biaya seleksi ke kas negara. Karena itu, peserta perlu menilai kesiapan diri sebelum mengakhiri proses pendaftaran.
Syarat Dasar Sebelum Mendaftar
Pelamar harus berusia 16-21 tahun pada 1 Januari 2026. Tinggi badan minimal adalah 160 cm bagi pria dan 155 cm bagi wanita.
Nilai rata-rata ijazah minimal untuk pelamar umum sebesar 73,00, dengan nilai Bahasa Inggris minimal 75,00. Pendaftar dari Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya memiliki batas nilai rata-rata 65,00 serta dikecualikan dari syarat nilai Bahasa Inggris.
| Persyaratan | Pelamar Umum | Pelamar Khusus Papua |
|---|---|---|
| Nilai rata-rata ijazah | Minimal 73,00 | Minimal 65,00 |
| Nilai Bahasa Inggris | Minimal 75,00 | Dikecualikan |
| Latar pendidikan | SMA/MA | SMA/MA |
Pelamar tidak boleh memiliki riwayat pidana, tato, serta tindik atau bekas tindik bagi pria, kecuali terkait adat atau agama. Peserta juga dipersyaratkan tidak memiliki mata minus atau menggunakan kacamata, belum pernah menikah, dan bagi wanita belum pernah hamil atau melahirkan.
Berkas dan Ketentuan Domisili
Pelamar wajib berdomisili minimal satu tahun pada kabupaten atau kota di provinsi lokasi pendaftaran. Kartu Keluarga dan KTP-el atau Kartu Identitas Anak menjadi bukti utama untuk memenuhi ketentuan tersebut.
Pengecualian dapat berlaku bagi peserta yang bersekolah SMA atau MA di wilayah itu, memiliki orang tua kandung kelahiran setempat, atau orang tua kandung yang sedang bertugas dengan surat penempatan kerja. Pendaftar Orang Asli Papua juga harus melampirkan Surat Keterangan OAP dari Majelis Rakyat Papua.
Selain Pakta Integritas 2026 dan email aktif, pendaftar harus mengunggah pasfoto berwarna 4×6 cm berlatar merah. Foto wajib menggunakan kemeja putih polos berlengan panjang tanpa kacamata, sementara seluruh berkas disesuaikan dengan format aplikasi SSCASN.
Aturan penerimaan tercantum dalam Surat Edaran Nomor 800.1.2.2/5875/SJ tentang Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2026. Lulusan sekolah luar negeri perlu melampirkan surat penyetaraan, sedangkan siswa lulusan 2026 dapat menggunakan SKL nilai akhir kelas XII yang telah disahkan sekolah.






