Produktivitas Tambak Nusakambangan Capai 35 Ton per Hektare, Ekspor Menguat

Produktivitas tambak udang vaname di Nusakambangan disebut mencapai sekitar 35 ton per hektare. Angka itu muncul di tengah hasil panen bertahap sekitar 200 ton dari 19 kolam di kawasan Bantar Panjang.

Kapasitas produksi menjadi perhatian karena satu kolam dapat menghasilkan hingga 12 ton saat panen. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menilai pengembangan tambak tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.

Tambak Bantar Panjang berada di Pulau Nusakambangan dan memiliki total 20 kolam. Panen dari kolam terakhir dilakukan pada Selasa, 28 Juli 2026, dengan kehadiran Dudung serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Target Pasar Berada di Luar Negeri

Produksi udang dari kawasan ini dipasarkan untuk memenuhi permintaan ekspor. Amerika Serikat menjadi tujuan terbesar dengan penyerapan sekitar 60 persen hasil panen.

Jepang, China, dan Uni Eropa juga menjadi negara tujuan bagi komoditas tersebut. Udang dijual melalui perusahaan pembeli yang mengolah produk berdasarkan kebutuhan pasar ekspor.

Harga udang sempat menghadapi tekanan akibat situasi pasar global. Ahmad Khofi Asalafi, penanggung jawab kawasan tambak Bantar Panjang, menyebut harga mulai menunjukkan perbaikan.

Udang ukuran panen size 22 tercatat berada pada kisaran Rp92 ribu per kilogram. Perkembangan harga itu mengikuti proses produksi yang membutuhkan waktu sekitar empat bulan dalam satu siklus.

Data TambakNilaiKeterangan
Luas area berjalan50 hektareTermasuk kawasan Pasir Putih
Rencana pengembangan150 hektareTambahan area
Siklus budidayaSekitar 120 hariHingga masa panen
Produksi per kolam11-12 tonRata-rata setiap siklus

Pengembangan Lahan dan Pengelolaan Teknis

Area tambak yang telah beroperasi mencakup sekitar 50 hektare, termasuk kawasan Pasir Putih. Pengembangan tambahan seluas 150 hektare direncanakan untuk memperluas kegiatan budidaya.

Pengelolaan teknis dilakukan sejak tahap persiapan tambak hingga panen. Setiap siklus pemeliharaan berlangsung sekitar 120 hari dengan rata-rata hasil 11 hingga 12 ton per kolam.

Pola panen dilakukan secara parsial, bukan serentak untuk seluruh kolam. Sebanyak 19 kolam telah menghasilkan sekitar 200 ton sebelum panen dari kolam ke-20 berlangsung.

Keterampilan Bagi Warga Binaan

Selain menjadi lokasi produksi Udang Vaname, tambak Bantar Panjang juga berfungsi sebagai ruang pelatihan kerja. Warga binaan memperoleh pembelajaran dari pekerjaan dasar sampai tahap teknis budidaya.

Mereka mempelajari pemberian pakan, penggunaan obat-obatan, serta pelaksanaan pekerjaan lapangan dengan pendampingan. Program ini menempatkan kegiatan perikanan bersama pembekalan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah bebas.

Ardi Permana, salah seorang warga binaan, mengikuti kegiatan budidaya setelah sebelumnya bekerja di peternakan ayam. Ia bertugas memberi pakan dan obat-obatan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Dari pekerjaan itu, Ardi menerima premi Rp25 ribu per hari dan menyisihkan sebagian untuk tabungan. Ia belum menentukan rencana pekerjaan setelah keluar, tetapi pengalaman tersebut memberinya keterampilan tambahan.

Program Pembinaan Warga Binaan di tambak Bantar Panjang berjalan bersama kegiatan usaha yang menyasar pasar internasional. Perpaduan produksi, pendampingan teknis, dan perluasan kawasan membuat tambak ini memiliki fungsi ekonomi sekaligus pelatihan kerja di Nusakambangan.

Baca Juga