Pengibaran Merah Putih di tengah genangan rob menjadi penanda bahwa harapan warga Dukuh Timbulsloko belum surut. Pada Senin, 17 Agustus 2026, warga mengikuti upacara kemerdekaan dari jembatan papan di kampung pesisir tersebut.
Genangan menutup sebagian Dukuh Timbulsloko di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Namun, kondisi itu tidak menghentikan warga untuk menggelar Upacara Rakyat Timbulsloko bertema “Merdeka dari Krisis Iklim”.
Perwakilan warga bertugas mengibarkan bendera di tengah air rob. Peserta lainnya mengikuti prosesi dengan khidmat dari jembatan papan yang berada di area kampung.
Upacara tersebut menjadi lebih dari sekadar peringatan Hari Kemerdekaan. Warga menjadikannya ruang untuk menegaskan harapan akan masa depan Timbulsloko yang telah lama menghadapi abrasi dan rob.
Keinginan warga yang terus dijaga
Menurut panitia Upacara Rakyat Timbulsloko, Cornel, kegiatan perayaan kemerdekaan telah digelar secara sederhana sejak 2020. Bentuk acaranya kemudian berkembang dan pada 2026 berlangsung selama tiga hari.
Cornel mengatakan gagasan perayaan lahir dari keinginan warga untuk ikut merasakan suasana kemerdekaan seperti masyarakat di wilayah lain. Dampak banjir rob di kampung mereka tidak menghilangkan semangat tersebut.
“Puncaknya hari ini pada 17 Agustus, warga berkumpul mengikuti upacara dan pengibaran Merah Putih,” ucap Cornel seusai pengibaran bendera. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 15 Agustus hingga hari pelaksanaan upacara.
Kepala Desa Timbulsloko, Nadhiri, juga menyebut keinginan menggelar upacara bendera di dukuh itu telah muncul beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan antusiasme warga terlihat dalam pelaksanaan pada 17 Agustus 2026.
“Alhamdulillah, hari ini tanggal 17 Agustus 2026 berjalan dengan lancar. Ini termasuk antusias warga. Mulai tahun 2024, warga ingin sekali upacara bendera di Dukuh Timbulsloko ini,” ujar Nadhiri.
Perayaan yang memuat isu lingkungan
| Tanggal | Kegiatan utama |
|---|---|
| 15 Agustus 2026 | Nonton bareng film dan diskusi lingkungan |
| 16 Agustus 2026 | Pesta rakyat dengan musik dan pertunjukan warga |
| 17 Agustus 2026 | Upacara rakyat di tengah rob |
Agenda pada 15 Agustus diisi dengan pemutaran sekitar tiga hingga empat film tentang lingkungan hidup. Sejumlah film membahas persoalan pesisir dan penambangan, lalu warga melanjutkan pembicaraan melalui diskusi.
Pada 16 Agustus, pesta rakyat menampilkan kelompok ibu-ibu nelayan, band musik, dan pertunjukan teatrikal. Kegiatan tersebut mendahului pelaksanaan upacara kemerdekaan yang menjadi puncak perayaan.
Perubahan yang dirasakan sejak 2016
Nadhiri menyatakan Timbulsloko pernah dikenal sebagai wilayah yang subur. Ketika mulai menjabat kepala desa pada 2009, ia masih melihat sawah, palawija, dan tambak di kawasan tersebut.
Perubahan besar mulai terasa pada 2016 hingga kondisi kampung menjadi seperti sekarang. Warga tetap berharap ada perbaikan bagi Timbulsloko pada masa mendatang.
Di tengah abrasi dan rob yang terus mereka hadapi, pengibaran bendera menjadi simbol ketahanan masyarakat setempat. Perayaan itu memperlihatkan bahwa warga masih mempertahankan kehidupan serta harapan di kampung pesisir mereka.






