Saat NTT Berduka karena Gempa, PKS Jabar Tekankan Bantuan dan Pemerataan

Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur yang dilaporkan menewaskan puluhan orang dan memaksa ribuan warga mengungsi menjadi perhatian PKS Jawa Barat. Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, partai itu menyatakan kesiapan membantu penanganan warga terdampak.

Ketua DPW PKS Jawa Barat Iwan Suryawan atau Abah Iwan menyampaikan belasungkawa dalam upacara di Bandung pada Senin, 17 Agustus 2026. Bencana tersebut terjadi dua hari menjelang peringatan kemerdekaan.

Instruksi Respons Bencana

Abah Iwan mengatakan Presiden PKS telah memberi instruksi sejak awal bencana terjadi. Arahan itu ditujukan kepada struktur partai, kader, relawan, terutama Satgas Bencana PKS, agar sigap membantu para korban.

“Sejak awal terjadinya bencana, Presiden PKS telah menginstruksikan kepada struktur, kader, dan relawan, khususnya Satgas Bencana PKS untuk sigap turun membantu para korban bencana,” ujar Abah Iwan. PKS disebut telah mengerahkan bantuan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di lapangan.

PKS Jawa Barat menyatakan siap mengambil bagian dalam proses penanganan gempa NTT. Peserta upacara terdiri atas pengurus, kader, dan anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, dengan Abah Iwan sebagai pembina upacara.

Pembangunan Jawa Barat dalam Sorotan

Selain respons kemanusiaan, Abah Iwan memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 disebut mencapai 5,73 persen dan lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional pada periode yang sama.

Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat berada pada 75,90, sedangkan Harapan Lama Sekolah mencapai 13,02 tahun. PKS Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas perkembangan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

IndikatorAngkaKeterangan
Pertumbuhan ekonomi5,73 persenTriwulan II 2026
Indeks Pembangunan Manusia75,90Jawa Barat
Harapan Lama Sekolah13,02 tahunJawa Barat
Tingkat kemiskinan6,54 persenTantangan pembangunan
Gini ratio0,413Tantangan pemerataan

Program Jabar Istimewa Jalan Leucir disebut sebagai salah satu langkah perbaikan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur jalan itu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan di Jawa Barat.

Catatan bagi Pemerataan Kesejahteraan

Di balik indikator positif tersebut, PKS Jawa Barat menyoroti pengangguran lulusan SMK yang mencapai 10,9 persen. Tingkat kemiskinan 6,54 persen dan gini ratio 0,413 juga disebut sebagai pekerjaan rumah yang belum selesai.

Abah Iwan menilai kemajuan ekonomi harus berjalan searah dengan pemerataan kesejahteraan. Tekanan lingkungan akibat urbanisasi dan eksploitasi sumber daya alam turut menjadi perhatian dalam agenda pembangunan.

RRI melaporkan, PKS Jawa Barat mengaitkan penguatan peran kader dengan amanat Musyawarah Nasional PKS 2025. Amanat itu menekankan Kader dan Kaderisasi atau K2 serta Pelayanan Publik dan Pemenangan Pemilu atau P2.

Abah Iwan mengajak kader dan pejabat publik untuk menjaga integritas serta memperkuat ketahanan keluarga. Arah tersebut ditujukan agar kader tetap hadir mendampingi masyarakat, baik ketika bencana terjadi maupun saat persoalan pembangunan berlangsung.

Baca Juga