Saat M6 DM Raih 850 SPK, BYD Catat Minat Kuat untuk Pilihan EV dan Plug-in Hybrid

Pilihan antara kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid menjadi salah satu gambaran utama minat pengunjung pada stan BYD di GIIAS 2026. Lebih dari 60 persen peserta test drive memilih keluarga M6, yang terdiri dari M6 DM dan M6 EV.

Di sisi pemesanan, BYD M6 DM tampil paling kuat dengan perolehan lebih dari 850 Surat Pemesanan Kendaraan. Model berteknologi Dual Mode itu menyumbang lebih dari 20 persen dari lebih dari 4.000 SPK yang diklaim BYD sepanjang pameran.

Dua Sistem Penggerak dalam Satu Lini

M6 DM membawa teknologi DM yang dirancang untuk kebutuhan keluarga, sedangkan M6 EV menawarkan pengalaman berkendara listrik murni. Kehadiran kedua varian tersebut memberi konsumen dua alternatif teknologi dalam satu keluarga model.

Tingginya angka test drive keluarga M6 menunjukkan perhatian pasar tidak hanya mengarah pada varian plug-in hybrid. Minat terhadap M6 juga mencakup pilihan EV yang tersedia dalam lini yang sama.

IndikatorHasil yang Disampaikan BYD
Total SPK di GIIAS 2026Lebih dari 4.000 unit
SPK M6 DMLebih dari 850 unit
Kontribusi M6 DMLebih dari 20 persen
Peminat test drive keluarga M6Lebih dari 60 persen

M6 DM Menjadi Andalan Pesanan

Dengan lebih dari 850 unit pesanan, BYD M6 DM menjadi model yang paling menonjol dalam capaian BYD di ICE BSD City, Tangerang. Total SPK lebih dari 4.000 unit itu diklaim diraih perusahaan selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan respons terhadap M6 berlanjut dalam pameran tersebut. Menurut dia, antusiasme masyarakat memperlihatkan teknologi DM menjadi pilihan yang relevan bagi keluarga Indonesia.

“Penerimaan tersebut terus berlanjut hingga GIIAS 2026, dimana tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa teknologi DM menjadi pilihan yang relevan bagi keluarga di Tanah Air,” ujar Eagle dalam keterangan resmi.

BYD menyatakan kepercayaan konsumen terhadap M6 DM menjadi dorongan untuk menghadirkan produk dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Perusahaan menyoroti unsur kenyamanan, efisiensi, serta fleksibilitas sebagai bagian dari arah pengembangannya.

Portofolio Lain Tetap Berkontribusi

Selain M6 DM, sekitar 20 persen total SPK BYD tersebar pada Seal, Atto 3, Sealion 7, Dolphin, hingga Denza D9. BYD tidak mengungkap rincian jumlah pemesanan dari setiap model tersebut.

BYD ATTO 1 turut mendapatkan perhatian selama pameran sebagai mobil listrik yang ringkas dan praktis untuk penggunaan di perkotaan. Model ini melengkapi portofolio yang ditampilkan BYD kepada pengunjung GIIAS 2026.

Hasil pameran itu hadir di tengah pertumbuhan penjualan nasional BYD dan DENZA. Sepanjang Juli 2026, penjualan gabungan kedua merek disebut mencapai lebih dari 32.800 unit.

Menurut BYD, angka penjualan gabungan tersebut menghasilkan pangsa pasar 36 persen di segmen kendaraan listrik serta kendaraan berteknologi DM. Capaian SPK di GIIAS 2026 memperpanjang sinyal minat konsumen terhadap pilihan elektrifikasi yang ditawarkan perusahaan.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan keluarga Indonesia, dan kepercayaan yang diberikan kepada BYD M6 DM semakin mendorong kami untuk menghadirkan produk dan teknologi yang relevan, nyaman, efisien, dan fleksibel,” kata Eagle.

Baca Juga