Peringatan 500 Meter dari Lokasi AS, Iran Sebut Serang Bahrain hingga Kuwait

Peringatan agar warga sipil menjauh 500 meter dari lokasi pasukan Amerika Serikat menjadi pesan utama Iran di tengah ketegangan kawasan. Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyampaikan imbauan itu setelah Tehran menyatakan drone telah diarahkan ke sasaran di Bahrain, Yordania, dan Kuwait.

Jarak yang disebut IRGC berlaku bagi masyarakat di negara-negara tempat tentara AS ditempatkan. Iran menyatakan langkah tersebut perlu dilakukan demi keselamatan warga yang berada dekat fasilitas militer.

Posisi Iran terhadap Pangkalan AS

Tehran memandang fasilitas atau pangkalan di Timur Tengah yang digunakan militer AS untuk menyerang Iran sebagai target sah pembalasan. Pandangan itu disampaikan bersamaan dengan klaim operasi drone terhadap sejumlah fasilitas dan lokasi personel AS.

CNN Indonesia melaporkan bahwa peringatan bagi warga sipil menjadi bagian dari pernyataan IRGC mengenai sikap tersebut. Namun, klaim terkait sasaran operasi belum seluruhnya dikonfirmasi oleh pihak yang disebut Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip AFP pada Kamis (24/7), IRGC menyerukan agar masyarakat segera menghindari area penempatan tentara Amerika. “Kami memperingatkan masyarakat umum di negara-negara tempat tentara AS ditempatkan untuk segera menjauh dari radius 500 meter dari tempat-tempat persembunyian tentara Amerika, demi keselamatan,” demikian pernyataan itu.

Rincian Target Menurut Tehran

Iran menyatakan drone diluncurkan pada Jumat (25/7) menuju fasilitas militer dan lokasi personel AS di tiga negara. Target yang disebut mencakup sarana logistik, fasilitas penerbangan, infrastruktur penyimpanan, serta area tempat pasukan berada.

WilayahLokasiSasaran yang Disebut Iran
BahrainPangkalan Udara IsaTangki bahan bakar, gudang, silo, barak, menara pengawas
YordaniaPangkalan Al AzraqHangar pesawat, hangar perawatan, barak
KuwaitCamp Udairi, Camp Hoda, Camp ArifjanGudang peralatan, silo, lokasi personel

Di Bahrain, Iran menyebut drone kamikaze Arash menargetkan tangki bahan bakar, gudang peralatan besar, silo, dan barak pasukan AS di Pangkalan Udara Isa. IRGC juga memasukkan menara pengawas Armada Kelima AS di Bahrain ke dalam daftar target.

Pusat data milik Amazon di Bahrain turut disebut dalam salah satu klaim penargetan Iran. Belum ada komentar dari Amazon maupun otoritas Bahrain mengenai pernyataan tersebut.

Respons Bahrain dan Status Konfirmasi

Bahrain menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah agresi udara Iran. Pernyataan itu menjadi respons resmi yang tersedia terkait rangkaian klaim serangan di negara tersebut.

Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi mengenai penargetan fasilitas atau personelnya. Karena itu, dampak dari serangan yang diklaim Iran masih belum dapat dipastikan.

Iran menyatakan Pangkalan Al Azraq di Yordania menjadi sasaran drone, dengan hangar pesawat, hangar perawatan penerbangan, dan barak sebagai target. Di Kuwait, Tehran menyebut gudang peralatan AS serta silo penyimpanan di Camp Udairi turut disasar.

Lokasi personel AS di Camp Hoda dan Camp Arifjan juga disebut dalam pernyataan terpisah dari Iran. Rangkaian klaim tersebut memperluas daftar fasilitas yang dikaitkan Tehran dengan operasi drone pada Jumat.

Dengan belum adanya konfirmasi lengkap dari seluruh pihak yang disebut, rincian mengenai hasil operasi masih bertumpu pada pernyataan Iran. Peringatan radius 500 meter tetap menjadi pesan langsung IRGC kepada warga yang berada di sekitar lokasi penempatan militer AS.

Baca Juga