Kushner Tekan Netanyahu, Gaza Belum Akan Dibangun sebelum Hamas Serahkan Senjata

Jared Kushner mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menjalankan kesepakatan Gaza yang masih ditolak pemerintah Israel. Tekanan itu datang ketika Amerika Serikat menahan rencana pembangunan kembali Gaza sampai Hamas sepenuhnya melucuti senjata.

Pertemuan Kushner dan Netanyahu pada Senin belum menghasilkan terobosan signifikan. Netanyahu tetap menolak poin-poin kesepakatan Gaza meski Washington disebut telah berulang kali menekan Tel Aviv.

Kesepakatan yang Belum Bergerak

Kushner disebut menjalankan peran sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah dan Gaza di Dewan Perdamaian atau BoP. Ia menilai kepatuhan terhadap komitmen akan memperlihatkan keseriusan setiap pihak dalam proses perdamaian.

“Jika mereka tidak menindaklanjuti komitmen mereka sekarang, semua orang akan melihat bahwa mereka tidak tulus dalam hal perdamaian,” kata Kushner. Menurut dia, komitmen Israel diperlukan agar Amerika Serikat dan negara lain dapat melanjutkan pekerjaan yang berkaitan dengan Gaza.

Menurut CNN Indonesia, Israel telah menolak kesepakatan Gaza sejak poin-poinnya pertama kali dirilis. Sikap itu berlangsung di tengah gencatan senjata yang belum sepenuhnya menghentikan serangan Israel di wilayah tersebut.

Israel dilaporkan masih melakukan serangan hampir setiap hari sejak gencatan senjata diberlakukan pada November tahun lalu. Serangan itu disebut menewaskan 1.265 orang, termasuk setelah BoP merilis kesepakatan pelucutan senjata Hamas.

Demiliterisasi Menjadi Pintu Rekonstruksi

Pemerintahan Donald Trump telah menyiapkan rencana rekonstruksi Gaza, menurut Kushner. Namun, rencana tersebut hanya akan dijalankan setelah Hamas mengalami demiliterisasi penuh.

“Kami punya rencana membangun kembali Gaza, tetapi kami tak akan mengizinkan Gaza kembali sampai demiliterisasi terjadi,” ujar Kushner. Pernyataan itu memperjelas bahwa bantuan pembangunan diposisikan bersama agenda keamanan.

PihakPernyataan atau SikapDampak terhadap Proses
Jared KushnerRekonstruksi menunggu demiliterisasi HamasPembangunan Gaza belum dimulai
HamasSetuju melucuti senjata dalam proses damaiMenuntut penarikan pasukan Israel dan penghentian serangan
IsraelMenolak poin kesepakatan GazaBelum ada terobosan implementasi

Janji Keamanan yang Ditawarkan

Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip Al Jazeera, Kushner menyebut pelucutan senjata Hamas sebagai peluang keamanan besar bagi Israel. Ia menekankan bahwa penyerahan senjata dan pembongkaran terowongan dapat menghilangkan ancaman yang selama ini dihadapi Israel.

Kushner mengatakan skenario itu dapat terwujud jika Hamas menyerahkan senjata dan terowongannya secara sukarela dalam 60 hingga 90 hari ke depan. Ia menyebut hasilnya sebagai pencapaian keamanan yang hampir tak terbayangkan bagi Israel.

Hamas memang menyatakan persetujuan terhadap pelucutan senjata dalam implementasi perdamaian Gaza. Namun, kelompok itu menegaskan tidak akan mematuhi perjanjian selama Israel belum menarik pasukan dan masih menggempur Gaza.

Amerika Serikat menyatakan penarikan pasukan Israel tidak akan dilakukan sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya. Perbedaan urutan tuntutan tersebut membuat tahapan keamanan dan politik sulit dijalankan secara bersamaan.

Krisis Kemanusiaan Tetap Berlanjut

Kushner juga menyatakan Washington tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri apabila terdapat ancaman segera. “Kami juga tak akan membatasi hak Israel untuk membela diri jika ada ancaman yang akan segera terjadi,” katanya.

Di tengah perdebatan mengenai syarat keamanan, dampak perang tetap meluas di Gaza. Dalam agresi Israel di Palestina secara keseluruhan, lebih dari 73.000 orang dilaporkan tewas, sementara ratusan ribu rumah dan fasilitas hancur serta jutaan warga mengungsi.

Baca Juga