Pesan Iran untuk Prabowo Usai Gempa M 7,7 di Flores, Bantuan Medis Disiapkan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirim pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto setelah gempa M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Dalam pesan itu, Iran menyatakan siap memberikan bantuan darurat dan medis bagi warga terdampak.

Tawaran tersebut hadir ketika jumlah korban meninggal akibat gempa mencapai 68 orang. Hingga Senin, 17 Agustus 2026 pukul 16.40 Wita, petugas juga mencatat 132 orang mengalami luka-luka.

Belasungkawa dan kesiapan bantuan

Pesan resmi dari Pezeshkian dikirimkan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Presiden Iran itu menyampaikan simpati atas nama pemerintah dan rakyat Iran kepada masyarakat Indonesia yang terkena dampak gempa.

Iran menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan untuk kebutuhan medis dan penanganan keadaan darurat. Tasnim News Agency melaporkan kesiapan tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026.

“Dalam situasi yang sulit ini, seraya menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan darurat dan medis apa pun, saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan ampunan bagi mereka yang kehilangan nyawa, kesembuhan yang cepat bagi korban luka, serta kesabaran dan kekuatan bagi para penyintas,” ujar Pezeshkian.

Ia juga berharap stabilitas serta kondisi wilayah yang terdampak dapat segera pulih. Perhatian Iran dalam pesan itu mencakup warga yang terluka, keluarga korban meninggal, dan para penyintas.

Dampak gempa di sejumlah kabupaten

Gempa M 7,7 Flores terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dan memicu korban jiwa serta luka-luka di sejumlah kabupaten. Kantor SAR Maumere kemudian melakukan rekapitulasi lanjutan untuk memperbarui data dampak bencana.

Menurut Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, tambahan korban meninggal terdata dari Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur. Data itu menjadi bagian dari proses pencatatan yang terus dilakukan oleh tim SAR.

KabupatenJumlah korban meninggal
Manggarai Barat2 orang
Nagekeo8 orang
Ngada2 orang
Manggarai Timur24 orang

Manggarai Timur mencatat 24 korban meninggal dalam pembaruan tersebut. Nagekeo memiliki delapan korban meninggal, sementara Manggarai Barat dan Ngada masing-masing mencatat dua orang.

Fathur mengatakan beberapa korban meninggal tertimpa material bangunan saat guncangan terjadi. Keterangan yang sama menyebut sebagian warga meninggal akibat syok dan trauma.

Penanganan masih berjalan

Kompas.com memberitakan total korban meninggal telah mencapai 68 orang pada Senin petang. Angka itu bertambah seiring masuknya hasil pendataan dari wilayah terdampak.

Jumlah korban luka masih tercatat 132 orang dalam pembaruan pukul 16.40 Wita. Tim SAR belum menghentikan penghitungan dan pendataan karena perkembangan situasi di lapangan masih berlangsung.

Bantuan medis untuk Flores ditawarkan ketika kebutuhan tanggap darurat masih menjadi perhatian utama. Fokus penanganan mencakup pencarian, pencatatan korban, perawatan warga yang terluka, serta pemenuhan kebutuhan penyintas.

Pesan Pezeshkian memperlihatkan dukungan Iran terhadap upaya pemulihan pascagempa. Tindak lanjut penanganan di lokasi tetap berpusat pada kondisi warga dan pembaruan data dari petugas lapangan.

Baca Juga