CNN membela jurnalis Gedung Putih Kristen Holmes setelah ia mendapat serangan verbal dari Donald Trump di Ruang Oval. Pembelaan itu muncul menyusul unggahan akun Gedung Putih yang juga menargetkan Holmes secara personal dan menyinggung keluarganya.
Menurut CNN, Holmes mengajukan pertanyaan sulit yang relevan untuk diketahui masyarakat Amerika. Jaringan berita itu menyatakan kritik terhadap liputan boleh dilakukan, tetapi serangan personal kepada wartawan tidak pantas dan bertentangan dengan kebebasan pers.
Pertanyaan Berasal dari Kritik Senator Oposisi
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, saat Holmes meminta Trump menanggapi komentar Senator Demokrat Georgia, Jon Ossoff. Ossoff mengkritik Trump karena disebut lebih memilih membangun ballroom dan bepergian bersama asisten pribadinya, Natalie Harp, dibanding menjalankan tugas sebagai presiden.
Pertanyaan tersebut menempatkan isu prioritas kerja Trump dan kedekatannya dengan Harp dalam satu konteks. Namun, Trump tidak memberikan jawaban langsung terhadap inti komentar Ossoff.
Trump justru mengejek Ossoff dengan membandingkannya dengan karakter komedi Pee-wee Herman. Ketika Holmes mencoba melanjutkan pertanyaan, Trump berulang kali meminta sang jurnalis untuk diam.
Trump juga menilai Holmes tidak sopan selama pertukaran kata tersebut berlangsung. Setelah Holmes mengidentifikasi dirinya sebagai jurnalis CNN, Trump menyebut CNN sebagai media palsu dan menyerang Holmes sebagai reporter palsu yang menyebarkan berita palsu.
Video dari Akun Gedung Putih
Setelah insiden di Ruang Oval, akun media sosial Gedung Putih mengunggah potongan video yang berisi kecaman terhadap Holmes. Kompas.com yang mengutip The Guardian melaporkan bahwa unggahan itu menyebut Holmes telah mempermalukan profesinya sendiri.
Akun tersebut juga menuduh Holmes melakukan serangan murahan terhadap seorang staf. Pihak yang dianggap mengajukan pertanyaan serupa turut disebut sebagai “orang rendahan”.
Respons berikutnya memicu sorotan lebih luas karena menyinggung anak-anak Holmes. Akun Gedung Putih menulis bahwa mereka kelak akan menyaksikan pertanyaan itu dan merasa malu memiliki orang tua yang dianggap kejam serta pendendam.
Tidak ada alasan spesifik yang dijelaskan dalam pernyataan tersebut terkait pelibatan keluarga Holmes. Padahal, pertanyaan awal Holmes merujuk pada kritik politik dari seorang senator oposisi terhadap kegiatan dan prioritas Trump.
Dukungan dari Rekan Sejawat
Sejumlah jurnalis menyampaikan kecaman atas perlakuan terhadap Holmes. Salah seorang rekan di CNN menggambarkannya sebagai reporter yang sangat baik, pribadi yang dihormati, dan seorang ibu.
Rekan tersebut mempertanyakan kerasnya respons Gedung Putih atas pertanyaan yang meminta Trump menanggapi pernyataan Ossoff. Kritik dari kalangan media memperkuat perhatian terhadap cara pejabat dan institusi pemerintah menghadapi pertanyaan kritis.
Konflik Berulang dengan Wartawan
Ketegangan Trump dengan media telah beberapa kali terjadi, terutama saat ia berhadapan dengan wartawan perempuan yang mengajukan pertanyaan kritis. Dalam peristiwa lain, Trump pernah menghina reporter Bloomberg dan menyebut jurnalis CNN lain sebagai korup.
Ia juga pernah meninggalkan wawancara dengan NBC setelah menghina pemandu acaranya. Insiden yang melibatkan Kristen Holmes menambah catatan konflik terbuka antara Trump dan pers di tengah tuntutan agar pejabat publik menjawab isu sensitif secara terbuka.






