Malam Merdeka diproyeksikan menjadi panggung ekonomi bagi daerah, bukan sekadar perayaan budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pemerintah melihat perpaduan budaya lokal, kreativitas, inovasi, dan teknologi dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Potensi itu dinilai dapat menjangkau pelaku kreatif, UMKM, hingga sektor ekonomi daerah. Dalam skala lebih besar, kegiatan berbasis budaya juga diharapkan berkontribusi terhadap PDB dan pembukaan lapangan kerja.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan Indonesia mempunyai kekuatan pada talenta dan kekayaan budayanya. Kedua modal tersebut dapat dikembangkan melalui pemanfaatan kreativitas, inovasi, serta teknologi.
“Talenta Indonesia ini luar biasa. Budaya itu hulunya, kemudian ketika disentuh inovasi, teknologi, dan kreativitas, di situlah ekonomi kreatif atau nilai ekonominya muncul,” kata Riefky dalam konferensi pers Malam Merdeka di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Daerah Memiliki Karakter dan Peluang Berbeda
Setiap daerah dapat menggunakan momentum peringatan kemerdekaan untuk mengenalkan kearifan lokalnya. Tradisi, karya seni, dan kreativitas setempat berpeluang ditampilkan sesuai karakter masing-masing wilayah.
Beritasatu.com melaporkan bahwa kegiatan kemerdekaan di berbagai daerah dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Pendekatan itu mendorong seni budaya untuk memiliki manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pelaku lokal.
Riefky menilai dampak dari kegiatan kreatif dapat dirasakan pada produk domestik regional bruto atau PDRB. Jika berkembang pada level nasional, aktivitas tersebut juga berpotensi memberikan sumbangan terhadap PDB.
“Sekarang seni budaya ini mempunyai nilai ekonomi yang tentu bisa berdampak tidak hanya terhadap PDRB di daerah, kalau secara nasional PDB, tetapi juga lapangan pekerjaan,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa budaya dipandang sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ruang Usaha di Pesta Rakyat Monas
Pesta rakyat di kawasan Monas menjadi salah satu bentuk pelibatan langsung pelaku usaha kecil dalam Malam Merdeka. Kawasan itu disiapkan untuk menerima sekitar 600.000 pengunjung dan menyediakan ratusan stan usaha.
| Komponen | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|
| Pengunjung di Monas | Sekitar 600.000 orang | Peserta pesta rakyat |
| Stan UMKM | Sekitar 600 stan | Ruang usaha bagi dua UMKM per stan |
Kehadiran stan UMKM membuat aktivitas berkumpul dalam perayaan juga memiliki dimensi ekonomi. Produk dan karya lokal mendapat ruang untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung di kawasan Monas.
Pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat ditopang oleh satu pihak, menurut Riefky. Pemerintah memerlukan keterlibatan sektor swasta, akademisi, media, komunitas, asosiasi, dan lembaga keuangan.
Kolaborasi tersebut diarahkan agar karya kreatif Indonesia semakin diakui sebagai aset ekonomi. Pelaku kreatif diharapkan mampu menjadi tuan rumah di dalam negeri serta memperoleh kesempatan menembus pasar global.
Dengan pendekatan tersebut, perayaan kemerdekaan dapat mempertemukan optimisme daerah dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Budaya dan kreativitas tidak hanya ditampilkan untuk dinikmati, tetapi juga didorong memberi peluang usaha dan pekerjaan.






