Bank Indonesia akan memperluas insentif Merchant Discount Rate QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026, saat ekosistem pembayaran domestik bersiap menerima Kartu Kredit Indonesia (KKI). Kebijakan ini berkaitan dengan perluasan penggunaan kredit untuk transaksi ritel melalui metode pindai dan tap.
Tarif MDR 0% berlaku bagi usaha mikro untuk nilai transaksi hingga Rp500.000. Merchant kecil, menengah, dan besar juga mendapatkan tarif nol persen untuk transaksi sampai Rp100.000, dari sebelumnya 0,7%.
KKI Membawa Sumber Dana Kredit ke QRIS
Delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran resmi menerbitkan KKI di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026. Peluncuran itu bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
KKI memungkinkan pengguna menunda pembayaran sebagaimana kartu kredit pada umumnya. Instrumen ini dibedakan oleh keterhubungannya dengan QRIS, sehingga pembayaran dapat dilakukan melalui pemindaian maupun tap.
Bank Indonesia menempatkan pemrosesan domestik sebagai bagian dari penguatan aktivitas ekonomi nasional. Kehadiran KKI diarahkan untuk memperkuat penggunaan instrumen pembayaran domestik, terutama dalam transaksi ritel.
Delapan Bank yang Menerbitkan KKI
Penerbit KKI mencakup bank besar nasional dan bank swasta. Bank Syariah Indonesia menjadi satu-satunya penerbit yang menyediakan pembiayaan syariah melalui instrumen tersebut.
| Bank | Skema |
|---|---|
| BCA | Kartu Kredit Indonesia |
| Bank Mandiri | Kartu Kredit Indonesia |
| BNI | Kartu Kredit Indonesia |
| BRI | Kartu Kredit Indonesia |
| CIMB Niaga | Kartu Kredit Indonesia |
| Permata | Kartu Kredit Indonesia |
| Bank Mega | Kartu Kredit Indonesia |
| Bank Syariah Indonesia | Pembiayaan syariah melalui KKI |
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan infrastruktur pembayaran tidak semata-mata berfungsi sebagai alat transaksi. Menurutnya, sistem tersebut menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, inovasi, produktivitas, kepercayaan, dan pertumbuhan ekonomi.
“Sistem pembayaran bukan sekadar sarana transaksi. Namun merupakan urat nadi aktivitas ekonomi yang menghubungkan masyarakat dengan pelaku usaha, menghubungkan inovasi dengan produktivitas, serta menghubungkan kepercayaan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry di Kantor BI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Basis Merchant dan Pengguna yang Besar
QRIS telah menjangkau 65,77 juta pengguna hingga Juni 2026. Pada semester pertama tahun itu, jumlah pengguna baru bertambah 6,23 juta jiwa.
Jaringannya mencakup 44,86 juta merchant dengan kontribusi UMKM sebesar 96,68%. Selama periode yang sama, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi senilai Rp1,12 kuadriliun atau tumbuh 93,92% secara tahunan.
Skala jaringan ini menjadi alasan penting bagi pengembangan KKI di segmen ritel. Penggunaan kredit dapat masuk ke kanal yang telah dipakai luas oleh konsumen dan pelaku usaha.
Sasaran Pengguna Kredit Digital
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy menyebut KKI dapat menjadi sarana inklusi keuangan bagi generasi baru. Pengguna sumber dana kredit dari generasi Z dan milenial dipandang sebagai segmen yang dapat masuk ke ritel KKI.
“Paling tidak pangsa masyarakat yang memang akhir-akhir ini digerakkan oleh generasi Z dan generasi milenial, pengguna sumber dana kredit ini bisa masuk ke dalam KKI segmen retail,” kata Ryan di Kantor BI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia Santoso Liem memperkirakan sekitar 10% porsi transaksi kartu kredit dapat bergeser ke KKI domestik. Sementara itu, sekitar 5% transaksi diperkirakan tetap memakai kartu kredit konvensional untuk transaksi bernilai tinggi dan penggunaan di luar negeri.






