Saat Warga NTT Bertahan di Posko, Pertamina Kirim Logistik dan Fasilitas Sanitasi

Warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur masih membutuhkan pangan, air, perlengkapan kebersihan, dan sarana sanitasi selama tinggal di pengungsian. PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan logistik dan fasilitas pendukung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Di Kecamatan Reok terdapat sekitar 20 posko pengungsian, dengan Posko Utama Lapangan Barang Kolong sebagai salah satu pusat penampungan. Dukungan bagi warga di lokasi ini mencakup kebutuhan dasar sekaligus sarana yang menunjang aktivitas bersama.

Logistik untuk Warga di Penampungan

Bantuan yang dikirim terdiri atas bahan pangan, makanan siap santap, air mineral, obat-obatan, dan vitamin. Pertamina juga menyalurkan perlengkapan bayi, kebutuhan perempuan, selimut, tikar, terpal, peralatan memasak, serta perlengkapan kebersihan.

Jenis bantuan itu disiapkan untuk membantu pengungsi menjalani masa pemulihan setelah gempa. Makanan siap santap dan perlengkapan memasak turut digunakan untuk mendukung pelayanan dapur umum.

Camat Reok Rita Udin menyatakan bantuan tersebut membantu warga yang berada di berbagai titik penampungan. Ia menyebut kebutuhan dapur umum dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama di lapangan.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat di berbagai titik pengungsian, terutama untuk mendukung dapur umum dan kebutuhan dasar warga,” ujar Rita. Fasilitas sanitasi, bahan pangan, serta pasokan memasak menjadi bagian dari dukungan yang dibutuhkan warga di posko.

Bantuan Khusus di Tiga Wilayah

Penyaluran bantuan mencakup Reo, Mbay, dan Maumere dengan bentuk dukungan yang disesuaikan kebutuhan wilayah. Pertamina menyatakan distribusi dilakukan secara bertahap ke titik-titik yang terdampak.

WilayahRincian Bantuan
Reo3 toilet portabel lengkap dengan tandon dan pompa air
Maumere12 tabung Bright Gas ukuran 12 kilogram
Desa Nggolombay250 paket makanan siap santap untuk dapur umum

Melalui Pertamina Patra Niaga, tiga toilet portabel ditempatkan di Reo untuk mendukung sanitasi warga. Setiap unit dilengkapi tandon dan pompa air.

Di Maumere, perusahaan menyalurkan 12 tabung Bright Gas berukuran 12 kilogram. Adapun paket makanan siap santap yang dikirim ke Desa Nggolombay ditujukan bagi operasional dapur umum pengungsi.

Peninjauan untuk Menyesuaikan Kebutuhan

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri meninjau lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai pada Senin, 17 Agustus 2026. Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo turut mendampingi peninjauan tersebut.

Pertamina menyebut kunjungan itu dilakukan untuk memastikan bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pernyataan Simon dimuat dalam siaran pers Pertamina pada 17 Agustus 2026.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan dukungan yang kami berikan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” kata Simon. Upaya penanganan diarahkan pada kelancaran dan efektivitas distribusi logistik bagi warga di pengungsian.

Energi Tetap Dijaga saat Pemulihan

Di tengah kegiatan pemulihan, Simon memimpin upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Fuel Terminal Reo. Para pekerja Pertamina tetap menjalankan tugas untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat setempat.

“Para Perwira mengemban amanah yang sama mulianya: menjaga agar Indonesia terus bergerak, rumah-rumah tetap menyala, industri tetap beroperasi, rumah sekolah tetap melayani, dan Merah Putih terus berkibar,” lanjut Simon. Penyaluran bantuan bagi pengungsi dan penjagaan pasokan energi berlangsung dalam waktu yang bersamaan.

Baca Juga