Bantuan Gempa NTT Tak Hanya Darurat, Beras Reguler Tetap Dijaga untuk 4 Kabupaten

Penanganan pangan bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur tidak hanya mengandalkan bantuan darurat. Pemerintah juga melanjutkan bantuan pangan reguler untuk empat kabupaten agar akses beras tetap tersedia setelah masa tanggap darurat.

Nilai keseluruhan bantuan yang disalurkan mencapai Rp 75,4 miliar dengan volume 5.386 ton beras. Penyaluran menyasar Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.

Skema ganda ini membedakan kebutuhan warga dalam situasi mendesak dengan kebutuhan pangan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Beras kebencanaan diprioritaskan bagi masyarakat yang terkena dampak langsung, sedangkan bantuan reguler menopang ketersediaan pangan sesudahnya.

Alokasi Darurat Mencapai 200,35 Ton

Total beras untuk penanganan kebencanaan di empat kabupaten mencapai 200,35 ton. Manggarai Timur menerima porsi terbesar, yakni 153 ton.

Manggarai memperoleh 31,63 ton beras darurat. Sementara Ngada menerima 8,06 ton dan Sikka mendapatkan 6,88 ton.

KabupatenBantuan BencanaBantuan Reguler
Manggarai31,63 ton1.799 ton
Manggarai Timur153 ton1.661 ton
Ngada8,06 ton444,21 ton
Sikka6,88 ton1.281,36 ton

Manggarai Mendapat Beras Reguler Terbanyak

Dalam program bantuan pangan reguler, Manggarai menerima volume paling besar, yaitu 1.799 ton. Manggarai Timur berada di bawahnya dengan alokasi 1.661 ton.

Sikka menerima 1.281,36 ton beras reguler. Ngada memperoleh 444,21 ton sebagai bagian dari distribusi untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak.

Perbedaan volume di setiap kabupaten mencerminkan pembagian bantuan bencana dan reguler yang berjalan dalam satu rangkaian penyaluran. Pemerintah menempatkan kebutuhan darurat dan kelanjutan akses pangan sebagai dua hal yang harus ditangani bersamaan.

Bulog Mengonsolidasikan Penyaluran

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog mengonsolidasikan bantuan pangan menuju lokasi terdampak gempa. Amran, yang juga Kepala Bapanas, menekankan pentingnya kecepatan dalam memenuhi kebutuhan pokok warga.

“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Amran dalam keterangannya.

Koordinasi penyaluran dilakukan oleh Bapanas bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah. Menurut finance.detik.com, langkah tersebut diarahkan agar bantuan dapat menjangkau penerima, termasuk masyarakat di daerah yang aksesnya terganggu akibat bencana.

Kelancaran distribusi menjadi perhatian karena bantuan perlu tiba pada warga yang membutuhkan dalam kondisi darurat. Pemerintah juga menjaga program reguler agar dukungan pangan tidak berakhir ketika fase penanganan awal selesai.

Amran menegaskan bahwa penanganan pangan ketika bencana perlu berlanjut pada masa setelah tanggap darurat. Ia menyebut masyarakat harus tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan.

“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat,” kata Amran.

Penyaluran beras ke empat kabupaten tersebut menjadi upaya menjaga ketersediaan pangan di tengah dampak gempa di NTT. Distribusi yang terkoordinasi diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pokok pada masa darurat dan pemulihan.

Baca Juga