Tuduhan perlakuan istimewa wasit terhadap Argentina berkembang menjadi protes berskala besar setelah fase akhir turnamen diwarnai pertikaian. Lebih dari 23 juta orang dari 170 negara kemudian menandatangani petisi yang meminta Argentina tidak lagi diizinkan bermain di Piala Dunia.
Petisi daring itu bertajuk Argentina Out dan meraih dukungan dalam waktu kurang dari sepekan. Desakan tersebut muncul setelah kontroversi pada semifinal dan final memperburuk kekecewaan terhadap tim berjuluk La Albiceleste.
Para pendukung petisi menilai persoalan yang diperdebatkan tidak hanya terletak pada hasil pertandingan. Mereka juga menuntut perhatian terhadap sportivitas serta keadilan bagi peserta lain dalam kompetisi.
Protes atas Dugaan Perlakuan Istimewa
Petisi Argentina Out meminta pengucilan Argentina demi membuka peluang yang dianggap lebih adil bagi tim lain. Dalam keterangannya, pembuat petisi mempertanyakan kompetisi yang pemenangnya dinilai sudah dapat diperkirakan.
“Mengapa tim lain harus bermain jika pemenangnya terasa sudah ditentukan?” demikian pernyataan yang dimuat dalam petisi itu. Petisi tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada Spanyol karena dianggap memenuhi harapan publik saat FIFA dinilai mengabaikan kekhawatiran mereka.
Kompas.com mengutip The New Straits Times mengenai cepatnya peningkatan jumlah penandatangan. Dukungan lebih dari 23 juta orang memperlihatkan bahwa isu tersebut mendapat respons lintas negara.
| Petisi | Jumlah Pendukung | Pokok Tuntutan |
|---|---|---|
| Argentina Out | Lebih dari 23 juta orang dari 170 negara | Argentina tidak lagi tampil di Piala Dunia |
| Petisi suporter Argentina | Sekitar 80.000 suporter | Final dimainkan ulang |
Dua Laga yang Menjadi Sorotan
Ketegangan yang melibatkan Timnas Argentina terjadi dalam dua pertandingan fase akhir. Semifinal melawan Inggris diwarnai pertikaian sengit, sedangkan final melawan Spanyol berakhir dengan kericuhan setelah pertandingan.
| Tahapan Turnamen | Tim Lawan | Sorotan Utama |
|---|---|---|
| Semifinal | Inggris | Pertikaian sengit |
| Final | Spanyol | Bentrokan setelah laga |
Final berlangsung panas ketika pemain Argentina bentrok dengan pemain Spanyol yang hendak merayakan kemenangan. Insiden itu kemudian kembali diangkat dalam alasan para pendukung petisi menuntut larangan bagi Argentina.
Leandro Paredes disebut mendapat kartu merah setelah pertandingan usai. Ia disebut mendorong Gavi hingga terjatuh, sebelum situasi berkembang menjadi perkelahian yang melibatkan pemain kedua tim.
Keributan tersebut tidak hanya melibatkan pemain. Asisten manajer Argentina Roberto Ayala juga diduga berkelahi dengan Eric Garcia dan Dani Olmo dari Spanyol.
Respons yang Terbelah
Sorotan negatif terhadap skuad yang dikapteni Lionel Messi menguat, khususnya di Amerika Utara. Namun, protes terhadap Argentina juga memunculkan gerakan tandingan dari kelompok pendukung Tim Tango.
Sekitar 80.000 suporter Argentina sebelumnya meminta agar pertandingan final dimainkan ulang. Tuntutan itu berseberangan langsung dengan petisi Argentina Out yang meminta Argentina dilarang kembali mengikuti Piala Dunia.
Dua gerakan tersebut menunjukkan perbedaan tajam dalam memandang hasil dan insiden pada laga puncak. Satu kelompok menekankan dugaan bias wasit serta kericuhan, sementara kelompok lain mempersoalkan hasil final.
Perdebatan yang muncul kini mencakup perilaku di lapangan, keputusan pertandingan, dan rasa keadilan dalam kompetisi. Petisi Argentina Out menjadi wadah protes bagi pihak yang menilai seluruh kontroversi itu tidak seharusnya diabaikan.






