ShariaCoin Tetap Termahal Saat 4 Harga Emas Digital Turun Bersamaan

ShariaCoin tetap mencatat harga beli dan harga jual tertinggi ketika empat platform emas digital mengalami koreksi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Harga belinya berada di Rp2.671.000 per gram, walaupun turun paling dalam sebesar Rp21.000.

Harga jual ShariaCoin juga melemah Rp20.000 menjadi Rp2.579.000 per gram. Kontras antara posisi harga tertinggi dan koreksi terbesar menjadi perhatian dalam pergerakan emas digital hari itu.

Posisi harga antarplatform

Empat penyedia layanan yang tercatat mengalami penurunan adalah Treasury, Lakuemas, IndoGold, dan ShariaCoin. Nilai harga beli maupun harga jualnya berbeda, termasuk besaran koreksi yang terjadi pada masing-masing platform.

PlatformHarga BeliHarga Jual
ShariaCoinRp2.671.000 (-Rp21.000)Rp2.579.000 (-Rp20.000)
TreasuryRp2.602.240 (-Rp15.209)Rp2.516.395
LakuemasRp2.595.000 (-Rp18.000)Rp2.522.000 (-Rp18.000)
IndoGoldRp2.559.550 (-Rp18.886)Rp2.494.000 (-Rp18.500)

Treasury mencatat harga beli Rp2.602.240 per gram setelah turun Rp15.209. Harga jual di platform tersebut tercatat Rp2.516.395 per gram.

Lakuemas menawarkan harga beli Rp2.595.000 per gram, turun Rp18.000 dari hari sebelumnya. Harga jualnya juga turun Rp18.000 dan berada di Rp2.522.000 per gram.

IndoGold berada di posisi paling rendah untuk kedua jenis harga dalam daftar ini. Harga beli tercatat Rp2.559.550 per gram setelah terkoreksi Rp18.886, sedangkan harga jual menjadi Rp2.494.000 per gram.

Perbedaan harga perlu diperhitungkan

Selisih harga beli dan harga jual terlihat di seluruh platform yang dibandingkan. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam transaksi karena dapat memengaruhi pertimbangan pengguna saat harga bergerak melemah.

ShariaCoin memiliki harga beli tertinggi Rp2.671.000 per gram dan harga jual tertinggi Rp2.579.000 per gram. Sebaliknya, IndoGold mencatat harga beli terendah Rp2.559.550 per gram serta harga jual terendah Rp2.494.000 per gram.

Investor Daily melaporkan bahwa pergerakan emas global dan fluktuasi nilai tukar rupiah turut memberikan tekanan terhadap harga. Faktor tersebut memengaruhi harga beli dan jual emas digital pada berbagai penyedia layanan.

Minat investasi elektronik tetap ada

Penurunan harga tidak menghentikan minat masyarakat terhadap emas digital. Kemudahan transaksi secara daring dan fleksibilitas membeli dengan modal kecil tetap menjadi daya tarik bagi investor ritel.

Pengguna dapat memantau perubahan harga di setiap platform sebelum melakukan transaksi beli atau jual. Strategi pengisian portofolio secara bertahap juga masih dilakukan karena prosesnya dinilai mudah dan aman untuk pemula.

Pergerakan harga pada 18 Agustus 2026 menegaskan bahwa koreksi meluas ke empat platform sekaligus. Meski arah pergerakannya sama, nominal penurunan dan posisi harga setiap layanan tetap tidak seragam.

Baca Juga