Sinyal Trump Menguat ke JD Vance, Posisi Marco Rubio untuk 2028 Mulai Tertekan

Donald Trump dilaporkan semakin mengarahkan dukungannya kepada Wakil Presiden JD Vance sebagai figur yang berpeluang memimpin Partai Republik menuju Pemilu 2028. Perkembangan ini membuat posisi Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang sebelumnya juga dipandang potensial, disebut tidak sekuat beberapa pekan lalu.

Sinyal tersebut penting karena Trump tidak dapat kembali mencalonkan diri setelah masa jabatannya saat ini berakhir. Amendemen ke-22 Konstitusi Amerika Serikat membatasi seorang presiden hanya dapat menjabat selama dua periode.

Pesan Dukungan untuk Vance

Seorang sumber mengatakan kepada MS NOW bahwa Trump ingin partainya memberikan dukungan kepada Vance. “JD adalah orang kita, kita harus membantu JD,” kata sumber itu dalam laporan yang dikutip pada Jumat, 24 Juli 2026.

Perhatian Trump disebut tertuju pada cara Vance mempertahankan pendekatannya sendiri di tengah lingkungan politik yang menantang. Vance juga dinilai tetap mendorong agenda pemerintahan, sebuah faktor yang memperkuat posisinya dalam pembicaraan mengenai penerus Trump.

Meski arah dukungan kepada Vance dilaporkan menguat, belum ada keputusan final dari Trump mengenai kandidat yang akan didukungnya. Trump juga dikenal kerap mengubah pandangannya terhadap para tokoh di sekelilingnya.

TokohJabatan Saat IniPosisi dalam Pembicaraan 2028
JD VanceWakil PresidenDisebut mendapat kecenderungan dukungan Trump
Marco RubioMenteri Luar NegeriTetap potensial, tetapi dukungan disebut mereda

Rubio Tetap Masuk Perhitungan

Laporan yang dikutip VIVA menyebut Trump masih melihat Vance dan Rubio sebagai dua figur potensial dalam perebutan pencalonan Partai Republik. Namun, kecenderungan dukungan Trump terhadap Rubio dilaporkan menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Associated Press sebelumnya melaporkan pada awal Juli bahwa Rubio siap mundur dari persaingan apabila Vance memutuskan maju sebagai kandidat Partai Republik pada 2028. Informasi tersebut, yang dikutip dari para pembantu Rubio, membuka kemungkinan persaingan internal partai dapat menyempit sebelum proses pencalonan dimulai.

Kesiapan Rubio untuk mundur menunjukkan bahwa hubungan politik kedua tokoh dapat menjadi faktor penting dalam penentuan kandidat. Namun, laporan yang ada belum menyatakan bahwa Vance telah mengambil keputusan untuk maju dalam Pemilu Presiden AS 2028.

Nama Lain Masih Beredar

Vance dan Rubio bukan satu-satunya tokoh yang pernah disebut dalam pembicaraan mengenai penerus Trump. Trump sebelumnya juga menyinggung sejumlah anggota kabinetnya sebagai figur yang berpotensi tampil dalam persaingan mendatang.

Menteri Keuangan Scott Bessent termasuk salah satu nama yang pernah disebut Trump. Mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem juga masuk dalam daftar tokoh yang sempat disebut sebagai kemungkinan kandidat.

Pemilihan umum pada November 2028 akan menjadi momen penting bagi Partai Republik untuk menentukan arah setelah Trump tidak lagi dapat maju. Kedekatan politik dengan Trump kini menjadi salah satu sorotan utama, terutama bagi Vance yang disebut berada paling dekat dengan preferensi presiden saat ini.

Rubio tetap memiliki ruang dalam peta awal persaingan karena masih dipandang sebagai kandidat potensial. Namun, menguatnya sinyal dukungan kepada Vance memperlihatkan perubahan keseimbangan di antara tokoh-tokoh yang diproyeksikan bersaing untuk nominasi Partai Republik.

Baca Juga