Perhatian terhadap infrastruktur nuklir Iran tidak lagi hanya tertuju pada Natanz, Fordo, dan Isfahan. Pickaxe Mountain muncul sebagai titik sensitif baru karena kompleks bawah tanah yang sedang dibangun di sana diperkirakan berada 80 hingga 100 meter di bawah permukaan.
Kedalaman itu dinilai penting dalam perhitungan militer karena bom penembus bunker GBU-57 yang dikembangkan AS diklaim mampu menembus tanah sekitar 60 meter sebelum meledak. Dengan struktur yang diduga lebih dalam, efektivitas serangan terhadap fasilitas tersebut masih menjadi tanda tanya.
Kompleks Baru yang Sulit Dinilai
Pickaxe Mountain juga dikenal sebagai Kuh-e Kolang Gaz La dan berada di selatan Natanz, sekitar 225 kilometer dari Teheran. Lokasi itu terletak di Dataran Tinggi Tengah Iran yang kering dan mencakup area proyek sekitar 2,7 kilometer persegi.
Fasilitas itu belum pernah memperoleh akses inspeksi dari IAEA. Karena itu, belum ada kepastian mengenai jenis peralatan dan kegiatan yang telah ditempatkan Iran di dalam kompleks bawah tanah tersebut.
Citra satelit menunjukkan keberadaan beberapa akses masuk ke area konstruksi. Kawasan itu juga disebut dilindungi oleh pertahanan udara, pagar pengaman, dan pasukan IRGC.
| Aspek Proyek | Informasi yang Diketahui |
|---|---|
| Nama lokasi | Pickaxe Mountain atau Kuh-e Kolang Gaz La |
| Letak | Selatan Natanz, sekitar 225 km dari Teheran |
| Estimasi kedalaman | 80 hingga 100 meter |
| Status inspeksi | Belum pernah diinspeksi IAEA |
Potensi Fungsi di Balik Lapisan Batuan
Menurut analisis ahli dari James Martin Center for Nonproliferation Studies yang pernah dikutip Associated Press pada 2023, fasilitas itu dibangun pada kedalaman 80 hingga 100 meter. Penggalian yang berlanjut memicu dugaan bahwa struktur akhirnya dapat lebih dalam dari estimasi tersebut.
Para ahli menilai skala konstruksinya mengarah pada kemungkinan penggunaan yang lebih luas daripada sekadar pengayaan uranium. Kompleks itu juga diduga dapat digunakan untuk memproduksi sentrifugal, perangkat penting dalam proses pengayaan.
Sentrifugal berbentuk tabung dan dijalankan dalam rangkaian yang dapat berisi puluhan mesin. Semakin banyak rangkaian yang beroperasi, semakin cepat uranium dapat diperkaya di fasilitas yang terlindungi batuan gunung.
Ketidakpastian itu membuat penggunaan dua bom berurutan pernah dipertimbangkan sejumlah pejabat AS untuk menghadapi sasaran yang sangat dalam. Meski demikian, belum ada kepastian apakah metode tersebut dapat menghancurkan fasilitas bawah tanah di Pickaxe Mountain.
Natanz Tetap Menjadi Latar Utama
Pembangunan Pickaxe Mountain berlangsung dekat Natanz, salah satu pusat pengayaan uranium Iran yang telah diperhatikan dunia sejak keberadaannya terungkap sekitar dua dekade lalu. Natanz memiliki fasilitas di atas tanah dan bawah tanah serta pernah beberapa kali menjadi target sabotase.
Salah satu serangan di kawasan Natanz diduga menghancurkan fasilitas produksi sentrifugal. Pembangunan kompleks baru di gunung itu dipandang sebagai upaya Iran memperkuat perlindungan bagi infrastruktur nuklirnya.
| Fasilitas | Peran atau Status |
|---|---|
| Pickaxe Mountain | Proyek bawah tanah yang belum diinspeksi IAEA |
| Natanz | Fasilitas pengayaan uranium di atas dan bawah tanah |
| Fordo | Fasilitas pengayaan uranium yang dibom AS pada 2025 |
| Isfahan | Fasilitas nuklir yang dibom AS pada 2025 |
Pada 2025, AS mengebom Fordo, Isfahan, dan Natanz dalam konteks ketegangan dengan Iran. Natanz disebut menjadi sasaran Operasi Midnight Hammer pada perang 12 hari antara Iran dan Israel.
AS dan Israel menyatakan tindakan mereka bertujuan mencegah Iran memperoleh kemampuan membuat senjata nuklir, sementara Iran menyebut program nuklirnya untuk tujuan damai. IAEA dan negara-negara Barat tidak meyakini Iran memiliki program nuklir militer aktif sejak 2003.
Untuk menghasilkan senjata nuklir yang dapat digunakan, Iran perlu memperkaya uranium sampai kemurnian 90 persen, kemudian merakit, memperkecil, dan memasangkannya pada rudal balistik. Tahapan itu dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sementara tujuan akhir pembangunan Pickaxe Mountain masih belum diketahui karena tidak adanya akses independen.






