Donald Trump mengumumkan Karoline Leavitt akan mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Pers Gedung Putih pada akhir bulan ini. Kepergiannya menutup 20 bulan masa tugas yang ditandai dukungan kuat kepada presiden sekaligus konflik berulang mengenai relasi pemerintah dengan media.
Leavitt memulai jabatan itu saat berusia 27 tahun dan menjadi sekretaris pers termuda dalam sejarah Gedung Putih. Masa tugasnya juga menghadirkan perubahan dalam akses ruang pers serta beberapa pertukaran tajam dengan wartawan.
Posisi tersebut memiliki arti penting dalam pemerintahan Trump karena juru bicara menjadi saluran utama penjelasan kebijakan dan respons terhadap isu kontroversial. Leavitt mempertahankan peran itu sejak Trump kembali berkuasa pada Januari 2025.
| No. | Momen utama | Detail penting |
|---|---|---|
| 1 | Perubahan akses pers | Media baru dan komentator konservatif memperoleh kursi di Gedung Putih. |
| 2 | Loyalitas kepada Trump | Leavitt secara konsisten membela agenda pemerintahan. |
| 3 | Respons isu Epstein | Ia menyatakan surel yang muncul tidak membuktikan kesalahan Trump. |
| 4 | Konfrontasi dengan media | Leavitt menuduh seorang penanya bukan wartawan. |
| 5 | Rekor dalam jabatan | Ia menjadi pejabat termuda dan pertama yang mengumumkan kehamilan saat menjabat. |
1. Mengubah komposisi akses ruang pers
Salah satu warisan paling diperdebatkan dari masa tugas Leavitt adalah pengaturan pemilihan media yang masuk ke press pool. Kelompok media ini mengikuti kegiatan harian presiden dan menjadi bagian sentral dari peliputan Gedung Putih.
Tim Leavitt menyediakan kursi untuk media baru, yang kerap diisi oleh komentator konservatif dengan hubungan baik dengan Trump. Asosiasi Koresponden Gedung Putih menolak usulan pengaturan akses tersebut, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia dengan mengutip The Guardian.
Persoalan akses berlanjut ketika Associated Press mengajukan gugatan yang turut menempatkan Leavitt sebagai tergugat. Gugatan tersebut berkaitan dengan pelarangan AP dari press pool setelah kantor berita itu menolak menyebut Teluk Meksiko sebagai “Teluk Amerika”.
2. Membela agenda pemerintahan secara konsisten
Leavitt berkembang sebagai salah satu sekutu penting Trump di Gedung Putih. Trump beberapa kali memuji kegigihannya dalam membela arah pemerintahan.
Ketahanannya di posisi itu menjadi perhatian karena Trump lima kali mengganti sekretaris pers dalam masa jabatan pertamanya. Walau demikian, Sarah Huckabee Sanders masih memegang masa tugas yang lebih panjang karena pernah menjabat hampir dua tahun pada periode pertama Trump.
3. Menanggapi pertanyaan terkait Jeffrey Epstein
Leavitt tampil membela Trump ketika pertanyaan tentang hubungan masa lalu presiden dengan Jeffrey Epstein kembali menguat. Isu itu mendapat perhatian setelah muncul surel pada November 2025 yang menggambarkan Trump sebagai “anjing yang tidak menggonggong”.
Dalam sesi tanya jawab, ia ditanya apakah Trump pernah menghabiskan waktu berjam-jam di rumah Epstein bersama seorang korban. Leavitt mengatakan, “Surel-surel ini sama sekali tidak membuktikan apa pun selain fakta bahwa Presiden Trump tidak melakukan kesalahan apa pun.”
4. Ketegangan dalam sesi tanya jawab
Pada Januari 2026, seorang wartawan mempertanyakan kematian Renee Good yang ditembak petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai atau ICE. Wartawan tersebut menyebut Good tewas karena agen ICE bertindak gegabah dan membunuhnya tanpa alasan yang dapat dibenarkan.
Leavitt membalas dengan menyebut wartawan itu memiliki pandangan sayap kiri. “Anda bukan wartawan, meski berlagak seperti jurnalis di ruangan ini,” ujarnya.
Ia kemudian menyatakan bahwa orang media yang memiliki bias, namun berpura-pura sebagai jurnalis, tidak pantas berada di ruang pers. Insiden ini memperkuat gambaran masa tugasnya yang diwarnai perdebatan langsung dengan kalangan media.
5. Rekor usia dan kehamilan saat menjabat
Di luar dinamika politik, Leavitt meninggalkan catatan tersendiri di Gedung Putih. Ia menjadi sekretaris pers pertama yang sedang mengandung ketika mengumumkan kehamilannya pada Desember tahun lalu.
Leavitt menunda cuti melahirkan untuk menyampaikan tanggapan resmi pertama pemerintah di depan kamera terkait insiden penembakan dalam acara White House Correspondents’ Dinner pada April. Ia kembali bekerja pada Juli, sebelum masa jabatannya berakhir dengan pengunduran diri yang diumumkan Trump.






