Nyeri sendi yang terus datang tidak selalu berkaitan dengan kelelahan atau encok biasa. Dalam sejumlah kondisi autoimun, keluhan tersebut dapat menjadi sinyal peradangan kronis yang menjalar ke organ vital.
Jantung dan paru termasuk organ yang dapat terdampak oleh peradangan yang tidak tertangani. Risiko itu menjadikan keluhan sendi berulang perlu diperhatikan, khususnya ketika muncul bersama tanda lain pada tubuh.
Empat Pola Gejala yang Perlu Dicermati
Rematik autoimun tidak selalu menampilkan keluhan yang sama pada setiap orang. Sebagian kondisi memunculkan gangguan pada kulit atau kelenjar, sedangkan lainnya terlihat dari pembengkakan jari dan nyeri tendon.
| Kondisi | Tanda yang dapat muncul | Risiko atau dampak |
|---|---|---|
| Rheumatoid Arthritis | Nyeri dan peradangan sendi | Gangguan jantung akibat inflamasi kronis |
| Skleroderma | Kulit mengeras, menggelap, atau bercak putih | Dapat menyerang jantung dan paru |
| Sindrom Sjogren | Mata kering, mulut kering, dan nyeri sendi | Kerusakan kelenjar bila terlambat terdeteksi |
| Arthritis Psoriatik | Jari bengkak seperti sosis dan nyeri tendon | Peradangan sendi yang dapat berujung kecacatan |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa nyeri sendi dapat hadir dalam beberapa penyakit dengan dampak yang berbeda. Gejala penyerta menjadi bagian penting untuk mengenali pola yang mungkin terjadi.
Ketika Peradangan Berkaitan dengan Jantung
Rheumatoid Arthritis dapat merusak tulang dan persendian, tetapi dampaknya tidak hanya terbatas pada sistem gerak. Inflamasi yang berlangsung terus tanpa pengobatan berhubungan dengan risiko gangguan jantung.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menjelaskan bahwa RA yang tidak diobati dapat memicu risiko tersebut. Ia menambahkan bahwa inflamasi kronis yang tidak teratasi dapat meningkatkan risiko kematian prematur.
Dr. Sandra juga mengingatkan bahwa rematik sering dipandang sebagai penyakit yang tidak membahayakan. “Sudah menjadi kebiasaan kita, rematik ini sering disepelekan karena dianggap, ‘Oh, ya cuma rematik kok, enggak membahayakan nyawa,’” ujarnya di Kabupaten Tangerang.
Petunjuk dari Kulit, Mata, dan Mulut
Skleroderma dapat ditandai oleh kulit yang mengeras, lebih gelap, atau memiliki bercak putih. Kulit pada area yang terdampak dapat menjadi kaku dan sulit dicubit.
Nama penyakit ini berasal dari kata “sklero” yang berarti keras dan “derma” yang berarti kulit. Selain memengaruhi kulit, skleroderma dapat menyerang jantung dan paru jika peradangan meluas.
Pada Sindrom Sjogren, gangguan utama terjadi pada kelenjar yang menghasilkan kelembapan alami. Mata dan mulut kering yang berlangsung lama, bersama nyeri sendi, dapat mengarah pada kondisi tersebut.
Pasien perlu menyampaikan seluruh keluhan saat berkonsultasi agar pola gejala dapat dikenali. Ketepatan deteksi diperlukan sebelum kerusakan pada kelenjar berkembang lebih berat.
Psoriasis Tidak Hanya Mengenai Kulit
Riwayat psoriasis juga dapat berkaitan dengan arthritis psoriatik, yaitu peradangan sendi pada pasien dengan psoriasis. Dr. Sandra menyebut sekitar sepertiga pasien psoriasis dapat mengalami encok atau radang persendian.
Dactylitis menjadi tanda klinis yang dapat terlihat berupa pembengkakan jari hingga tampak seperti sosis. Nyeri di tulang belakang dan tendon Achilles di bagian belakang tumit juga dapat muncul.
Kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan akibat peradangan sendi. Karena itu, pembengkakan jari atau nyeri tendon yang berulang, terutama pada orang dengan psoriasis, tidak seharusnya dianggap sebagai keluhan ringan.
Nyeri sendi yang disertai gejala pada kulit, mata, mulut, atau jari menunjukkan perlunya perhatian lebih lanjut. Rematik autoimun dapat memiliki bentuk yang beragam, tetapi semuanya berisiko menimbulkan gangguan yang lebih serius bila diabaikan.






