Menolak Mengakhiri Kehamilan, Ibu Pengganti Bawa Bayi HLHS ke Texas

McKenna West, seorang ibu pengganti asal Alaska, memilih mempertahankan kehamilan meski janin yang dikandungnya didiagnosis memiliki kelainan jantung bawaan berat. Ia kemudian pergi ke Texas untuk melahirkan bayi tersebut, yang diberi nama Gabriel.

Keputusan itu berujung pada sengketa dengan pasangan orang tua biologis bayi, Nausheen Gilkar dan Omar Ahmed. Setelah persalinan, Gabriel diserahkan kepada pasangan tersebut dan kini menjalani perawatan intensif di Texas.

Kekhawatiran atas Keputusan Medis

West menyatakan sempat khawatir tidak memiliki kewenangan untuk menentukan perawatan bayi setelah kelahiran. Situasi tersebut menjadi rumit karena ia mengandung sebagai ibu pengganti, sementara bayi itu memiliki orang tua biologis.

“Sangat menakutkan untuk berpikir bahwa saya, sebagai orang yang melahirkan, mungkin menjadi pihak yang tidak dapat membuat keputusan tentang pengobatannya,” ujar McKenna West. Kekhawatiran itu muncul ketika kondisi medis janin membutuhkan penanganan segera setelah dilahirkan.

Menurut health.detik.com yang mengutip The Guardian, West menuduh Gilkar dan Ahmed meminta penghentian kehamilan. Pasangan asal California itu membantah pernah meminta West menggugurkan kandungan.

Perbedaan keterangan tersebut membawa persoalan ke ranah hukum dan perhatian pejabat Texas. Jaksa Agung Texas Ken Paxton kemudian mengajukan petisi kepada pengadilan untuk memastikan bayi tersebut mendapat perawatan penyelamatan jiwa.

Putusan untuk Menjaga Perawatan Bayi

Pengadilan Texas mengabulkan petisi Paxton dan melarang penundaan perawatan medis bagi Gabriel. Putusan itu juga melarang siapa pun membawa bayi tersebut keluar dari Texas selama proses penanganan berlangsung.

Gabriel lahir di sebuah rumah sakit di Dallas County, Texas. Saat berusia dua hari, ia diserahkan kembali kepada Gilkar dan Ahmed yang kini mendampingi perawatannya.

Langkah hukum itu menempatkan kebutuhan medis bayi sebagai perhatian utama. Gabriel saat ini berada dalam pengawasan dokter spesialis jantung di tengah kondisi yang memerlukan tindakan cepat.

Memahami Hypoplastic Left Heart Syndrome

Gabriel didiagnosis dengan Hypoplastic Left Heart Syndrome atau HLHS, yaitu kelainan jantung bawaan langka yang serius. Pada kondisi ini, bagian kiri jantung tidak berkembang sempurna sehingga fungsi pemompaan darah terganggu.

HLHS masih dapat ditangani melalui operasi medis, tetapi bayi memerlukan tindakan segera setelah lahir. Tanpa operasi pada tahap awal, bayi dengan kondisi tersebut disebut tidak dapat bertahan melewati minggu pertama.

Situasi MedisDampak bagi Bayi dengan HLHS
Tanpa operasi segera setelah kelahiranDisebut tidak bertahan melewati minggu pertama
Dengan operasi medisKelangsungan hidup mencapai 75 persen hingga usia 5 tahun dan 90 persen hingga usia 18 tahun

Data peluang hidup tersebut menunjukkan besarnya peran operasi jantung pada masa awal kelahiran. Perawatan yang sedang dijalani Gabriel berfokus pada kebutuhan medisnya untuk menghadapi kelainan jantung tersebut.

Kasus ini menyoroti pertemuan antara keputusan reproduksi, perjanjian ibu pengganti, dan hak bayi untuk memperoleh penanganan medis. Setelah bayi diserahkan kepada orang tua biologisnya, perhatian kini tertuju pada proses perawatan Gabriel bersama tim spesialis jantung.

Baca Juga