Saat Admiral Buta Menjadi Ancaman, Meteor Fujitora dan Sikapnya pada Shichibukai

Fujitora tidak mengandalkan penglihatan untuk bertarung, tetapi ia mampu memahami kehadiran, emosi, dan niat orang lain melalui Kenbunshoku Haki. Kemampuan itu mendukung kekuatan gravitasinya yang bahkan sanggup menarik meteor dari atmosfer.

Di balik daya hancur tersebut, Fujitora juga dikenal karena sikapnya terhadap sistem Shichibukai. Ia menjadi Admiral yang secara terbuka menilai perlindungan resmi kepada bajak laut dapat merugikan masyarakat sipil.

Luka yang Mengubah Cara Fujitora Melihat Dunia

Nama asli Fujitora adalah Issho, seorang pria bertubuh tinggi besar dengan luka silang di kedua mata. Luka itu dibuatnya sendiri karena ia merasa telah menyaksikan terlalu banyak keburukan di dunia.

Kebutaan tidak membuat kemampuan tempurnya melemah. Sebaliknya, Kenbunshoku Haki memberinya cara untuk menilai keadaan sekitar tanpa menggunakan mata.

Fujitora juga menguasai Busoshoku Haki pada tingkat tinggi. Haki ini dapat memperkuat tubuh dan pedangnya saat ia berhadapan dengan pengguna Buah Iblis tipe Logia.

Kemampuan bertahannya terlihat ketika ia sanggup menghadapi serangan tokoh kuat seperti Sabo dan Luffy tanpa luka berarti. Kondisi itu membuatnya berbahaya dalam pertarungan jarak dekat maupun saat mengendalikan medan dari kejauhan.

Pedang Tongkat dan Daya Tarik Meteor

Sumber kekuatan besar Fujitora adalah Zushi Zushi no Mi, Buah Iblis tipe Paramecia yang memberinya kendali atas gravitasi. Kekuatan itu dapat dipakai untuk menekan lawan, membelokkan benda, menciptakan repulsi, dan memanfaatkan puing sebagai pijakan di udara.

Dalam penggunaan paling ekstrem, Fujitora mampu menarik meteor dari atmosfer menuju lokasi pertarungan. Serangan tersebut memperlihatkan jangkauan kekuatannya yang tidak terbatas pada area di dekat tubuhnya.

Ia membawa shikomizue, pedang yang tersembunyi di dalam tongkat kayu, untuk mengarahkan serangannya. Senjata itu membuat tekanan gravitasi dapat disalurkan dengan lebih fokus melalui ayunan pedang.

TeknikEfek Utama
GravitoMenekan lawan ke tanah dengan gravitasi yang dialirkan melalui pedang.
Moko (Fierce Tiger)Menghasilkan serangan gravitasi horizontal ke arah depan.
Jigoku TababiMembuat lubang besar di tanah dengan tekanan gravitasi ekstrem.

Selain menjatuhkan tekanan besar, gravitasi Fujitora memiliki fungsi perlindungan. Media Indonesia menyebut kekuatan itu dapat memantulkan serangan atau membangun penghalang gravitasi horizontal.

Karakter serangannya terlihat defensif, tetapi satu tebasan ringan dapat menjadi ancaman besar apabila dipadukan dengan kemampuan Buah Iblisnya. Teknik Gravito menjadi contoh penggunaan pedang untuk memberi tekanan langsung kepada target.

Admiral Baru di Masa Perubahan

Fujitora direkrut melalui World Military Draft ketika Angkatan Laut kehilangan dua posisi penting di jajaran puncak. Aokiji mengundurkan diri, sedangkan Akainu mengambil jabatan Fleet Admiral.

Masuknya Fujitora sebagai Admiral memberinya kedudukan tinggi di antara figur terkuat Pemerintah Dunia. Posisi itu juga membawa wewenang besar atas pasukan Angkatan Laut dan kemungkinan memanggil Buster Call.

Menempatkan Warga Sipil dalam Pertimbangan Keadilan

Fujitora tidak sepenuhnya mengikuti gagasan keadilan absolut yang kerap melekat pada sebagian petinggi Angkatan Laut. Ia membawa pandangan yang lebih manusiawi dengan mempertimbangkan penderitaan warga sipil.

Pendiriannya terhadap sistem Shichibukai berangkat dari keyakinan bahwa legalitas itu memberi ruang bagi bajak laut untuk menindas masyarakat. Masalah tersebut tergambar dalam peristiwa yang terjadi di Dressrosa dan Alabasta.

Sikap Fujitora menegaskan bahwa ia bukan semata-mata senjata Pemerintah Dunia. Saat kekuatannya mampu menjatuhkan meteor, ia tetap mempertanyakan apakah kebijakan lembaga yang ia bela benar-benar melindungi orang yang tepat.

Baca Juga