Di Tengah Duka Gempa Flores, Bantuan dan Energi Pertamina Bergerak Bersamaan

Pertamina menyalurkan tenda, obat-obatan, dan sembako kepada warga yang terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyaluran bantuan itu berjalan bersamaan dengan pemulihan layanan energi untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat.

Bantuan disalurkan melalui Pertamina Peduli dan mencakup kebutuhan kesehatan, kebersihan, sanitasi, serta energi darurat. Hingga hari kedua setelah gempa, kebutuhan bantuan terus disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi warga di lapangan.

Direktur Utama Datangi Wilayah Terdampak

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyerahkan bantuan. Ia juga memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Fuel Terminal Reo, salah satu titik operasional Pertamina di area terdampak.

Dalam keterangannya pada 17 Agustus 2026, Simon menyampaikan duka cita kepada korban jiwa dan masyarakat yang terkena dampak bencana. Ia mengatakan percepatan penanganan dilakukan dengan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebagai perhatian utama.

“Atas nama keluarga besar Pertamina, saya menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa serta keprihatinan kepada seluruh masyarakat terdampak,” kata Simon Aloysius Mantiri. Menurutnya, langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana dipercepat.

BidangPenanganan PertaminaSasaran
KemanusiaanTenda, obat-obatan, sembako, dan kebutuhan daruratWarga terdampak gempa
Layanan energiPemulihan BBM, LPG, dan AvturFlores, Nagekeo, Labuan Bajo, dan Maumere
Akses jalanPasokan solar untuk alat beratTrans-Flores Ende-Bajawa

SPBU Berangsur Kembali Beroperasi

Di tengah penyaluran bantuan, Pertamina menjaga distribusi BBM dan LPG untuk masyarakat. Sebagian besar SPBU di Flores disebut telah kembali beroperasi pada hari kedua pascagempa.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap. Aspek keselamatan tetap menjadi dasar dalam proses pemulihan sarana dan penyaluran energi.

“Hingga saat ini, sebagian besar SPBU di Flores telah kembali beroperasi dan layanan lainnya dipulihkan secara bertahap dengan keselamatan sebagai prioritas,” ujar Baron. Pertamina juga menindaklanjuti laporan kelangkaan BBM di Nagekeo melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Ketersediaan Avtur diprioritaskan di Bandara Labuan Bajo dan Maumere guna menunjang mobilisasi bantuan serta posko tanggap darurat. Sementara itu, solar disiapkan untuk alat berat yang menangani longsor di ruas Trans-Flores Ende-Bajawa.

Dukungan solar tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan konektivitas jalan pada jalur yang terdampak. Pertamina menempatkan pasokan energi sebagai bagian penting dari kelancaran proses penanganan bencana.

Baron menilai bencana tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri sehingga koordinasi perlu diperkuat. Bantuan dan pemulihan layanan disebut akan terus diarahkan agar memberi manfaat yang sesuai bagi masyarakat terdampak.

“Pertamina akan terus mendampingi masyarakat, menjaga energi tetap bergerak, bantuan terus sampai, dan harapan tetap menyala,” kata Baron. Dukungan perusahaan akan berlanjut selama kebutuhan pemulihan di Flores masih diperlukan.

Baca Juga