Manajemen dikenal memiliki pilihan jalur karier yang luas, dari pemasaran hingga perbankan. Namun, bidang ini justru menjadi latar pendidikan yang paling banyak muncul dalam kelompok penganggur berpendidikan minimal S1.
Proporsinya mencapai 10,3 persen berdasarkan olahan LPEM FEB UI. Temuan itu menjadi penanda bahwa akses ke banyak sektor pekerjaan tidak selalu mengurangi ketatnya persaingan ketika lulusan memasuki pasar kerja umum.
Jalur Karier yang Saling Bertemu
Pendidikan Manajemen mencakup pengelolaan organisasi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, aset, dan industri. Bekal tersebut memungkinkan lulusannya mengarah ke administrasi, pemasaran, keuangan, perbankan, serta pengelolaan usaha.
Kesempatan kerja juga tersedia di perusahaan, pemerintahan, konsultasi, dan layanan profesional. Meski demikian, posisi-posisi tersebut dapat menjadi ruang kompetisi bagi pelamar dari Manajemen maupun dari latar pendidikan lain.
Pasar kerja yang terbuka luas membuat lulusan dari program studi besar berkumpul pada jenis pekerjaan yang serupa. Kondisi itu berbeda dengan anggapan bahwa jurusan dengan pilihan karier banyak selalu memberi jalan masuk kerja yang lebih mudah.
LPEM FEB UI mencatat Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis tersedia di banyak perguruan tinggi. Program-program tersebut juga cenderung menerima mahasiswa dalam jumlah besar, sehingga jumlah lulusannya di pasar kerja ikut besar.
Bidang Studi yang Banyak Dijumpai
Data LPEM FEB UI bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional BPS 2025. Pengolahan tersebut mencatat bidang studi pendidikan terakhir para penganggur yang memiliki pendidikan minimal S1.
| Peringkat | Bidang studi | Proporsi |
|---|---|---|
| 1 | Manajemen | 10,3 persen |
| 2 | Hukum | 9,0 persen |
| 3 | Ekonomi | 8,7 persen |
| 4 | Pendidikan | 7,1 persen |
| 5 | Akuntansi | 5,1 persen |
Hukum berada di urutan kedua dengan porsi 9,0 persen, kemudian Ekonomi sebesar 8,7 persen. Pendidikan menyusul dengan 7,1 persen, sementara Akuntansi tercatat 5,1 persen.
Secara gabungan, lima bidang studi tersebut mencakup sekitar 40 persen dari seluruh penganggur minimal S1. Komposisi itu memperlihatkan konsentrasi pengangguran pada rumpun pendidikan yang memiliki basis lulusan besar.
Bukan Ukuran Risiko per Jurusan
Daftar ini bukan peringkat tingkat pengangguran untuk setiap bidang studi. LPEM FEB UI menekankan bahwa data hanya memperlihatkan bidang yang paling banyak dijumpai dalam kelompok penganggur sarjana.
Proporsi 10,3 persen pada Manajemen tidak dapat langsung dipakai untuk menyebut peluang menganggur lulusannya paling tinggi. Ukuran risiko memerlukan perbandingan antara jumlah penganggur dan seluruh angkatan kerja lulusan Manajemen.
Perbedaan ini penting karena jumlah penganggur dan tingkat pengangguran merupakan dua ukuran yang tidak sama. Sebuah jurusan dengan lulusan sangat banyak dapat tercatat dominan dalam jumlah penganggur tanpa otomatis memiliki tingkat pengangguran tertinggi.
Akuntansi dan Administrasi Bisnis dalam data dicatat sebagai bidang tersendiri dari Manajemen. Pemisahan itu memungkinkan pembacaan yang lebih rinci terhadap komposisi pendidikan para penganggur.
Temuan Sakernas tidak menutup kemungkinan lulusan dari bidang-bidang tersebut memiliki peluang kerja yang luas. Data itu terutama mengingatkan bahwa penilaian kondisi kerja sarjana perlu melihat ukuran yang tepat, bukan hanya porsi satu bidang dalam kelompok penganggur.






