Harga saham TINS pada Rp 3.890 masih berada di bawah target Rp 5.500 yang dipasang CGS International Sekuritas Indonesia. Selisih tersebut mencerminkan potensi kenaikan 41,3%, tetapi pasar juga menghadapi risiko dari harga timah dan kebijakan royalti.
Risiko utama berasal dari kemungkinan harga timah kembali normal lebih cepat dari perkiraan. Perubahan regulasi pemerintah, termasuk kenaikan royalti, juga penting karena sebagian besar penjualan timah PT Timah Tbk mengandalkan pasar ekspor.
Eksposur pada Pasar Ekspor
Sekitar 90% penjualan timah perseroan berbasis ekspor. Kondisi ini membuat perkembangan harga timah global dan kebijakan yang memengaruhi struktur biaya menjadi perhatian bagi investor.
Kenaikan royalti dapat menjadi faktor yang diperhitungkan pasar bersamaan dengan perubahan harga komoditas. Kedua aspek tersebut berpotensi memengaruhi landasan proyeksi yang digunakan dalam melihat prospek saham TINS.
CGS International memperkirakan harga jual rata-rata timah berada pada kisaran US$ 48-49 per ton. Asumsi itu menjadi salah satu pendorong target harga yang lebih tinggi untuk emiten tersebut.
Target Rp 5.500 dan Dasar Perhitungannya
CGS International merekomendasikan penambahan saham TINS dengan target Rp 5.500. Pada target itu, rasio price to earnings yang digunakan berada di level 7 kali.
Sekuritas tersebut juga menilai saham TINS diperdagangkan dengan diskon sekitar 50% dibandingkan perusahaan sejenis secara global. Proyeksi rasio pembayaran dividen 70% pada tahun depan turut menjadi bagian dari pandangan positif tersebut.
| Parameter | Level | Fungsi Pemantauan |
|---|---|---|
| Harga terakhir | Rp 3.890 | Penutupan 14 Agustus 2026 |
| Target CGS International | Rp 5.500 | Potensi naik 41,3% |
| Target KB Valbury | Rp 4.060 | Target harian |
| Stop loss KB Valbury | Rp 3.380 | Di bawah support Rp 3.720 |
Pergerakan Harga dan Batas Teknikal
Pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, saham TINS ditutup menguat 4,5% ke Rp 3.890. Dalam satu pekan, kenaikannya mencapai 0,7%, sedangkan penguatan satu bulan tercatat 13%.
Sejak awal tahun, saham PT Timah Tbk telah naik 25%. Kinerja ini menjadi latar belakang meningkatnya perhatian investor terhadap target harga yang diberikan sejumlah sekuritas.
Investor Daily melaporkan KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harian Rp 4.060 pada Selasa, 18 Agustus 2026. KB Valbury juga menetapkan Rp 3.720 sebagai area support yang perlu diawasi.
Apabila harga bergerak melewati level support tersebut, batas stop loss yang ditetapkan berada di Rp 3.380. Acuan teknikal ini lebih dekat dengan pergerakan pasar saat ini dibandingkan target Rp 5.500 dari CGS International.
Dengan demikian, peluang kenaikan saham TINS berjalan beriringan dengan sejumlah kondisi yang harus dipantau. Ketahanan harga timah, arah royalti, dan respons harga terhadap level teknikal akan tetap menentukan perhatian pasar.






