Dekat Lokasi Gempa Mayotte, Lava Dasar Laut Membuka Rekam Jejak Bumi Sangat Muda

Gunung api bawah laut Fani Maoré, yang ditemukan setelah gempa kuat di Mayotte pada Mei 2018, kini memberikan petunjuk tentang masa sangat awal Bumi. Lava dari lokasi itu mengandung sinyal isotop yang diduga berasal dari material mantel berusia sekitar 100 juta tahun setelah planet terbentuk.

Usia tersebut menempatkan material itu pada periode yang berdekatan dengan pembentukan Bulan. Temuan ini menjadikan lava dari dasar laut Mayotte sebagai salah satu petunjuk langka untuk mempelajari Bumi ketika masih sangat muda.

Rekaman Purba yang Hampir Tidak Tersisa

Rekaman batuan dari awal sejarah Bumi sangat sulit ditemukan karena permukaan planet terus berubah. Material tua diduga telah tenggelam ke mantel, hancur, lalu didaur ulang melalui pergerakan lempeng tektonik.

Batuan tertua yang diketahui di permukaan berusia sekitar 4,03 miliar tahun. Sementara sekitar 500 juta tahun pertama sejarah Bumi disebut Eon Hadean, periode yang minim bukti geologis langsung.

Hanika Rizo dan Jonathan O’Neil menjelaskan bahwa batuan dan mineral dari masa awal itu sangat langka. Kelangkaan tersebut membuat rekonstruksi evolusi Bumi purba, termasuk kondisi interiornya, masih menyimpan banyak pertanyaan.

Isyarat Kimia dalam Lava Fani Maoré

Menurut Kompas, lava Fani Maoré menunjukkan kelebihan kecil tetapi signifikan dari neodymium-142. Temuan itu dipandang sebagai penanda sumber magma yang terbentuk pada tahap awal sejarah planet.

Neodymium-142 berasal dari peluruhan samarium-146. Samarium-146 telah habis sejak lama, sehingga tidak lagi menghasilkan neodymium-142 baru di dalam mantel Bumi masa kini.

PenandaAsal atau sifatPetunjuk yang diberikan
Samarium-146Waktu paruh sekitar 92 juta tahunUnsur asal neodymium-142
Neodymium-142Produk peluruhan samarium-146Menunjukkan sumber magma sangat tua

Kelebihan isotop itu tidak menjelaskan seluruh sejarah mantel, tetapi memberi batas penting pada usia material sumber magma. Para peneliti menilai anomali tersebut membutuhkan pelestarian material yang terbentuk dalam 100 juta tahun pertama Bumi.

Hubungan dengan Pembentukan Bulan

Hipotesis dampak raksasa menyebut Bumi pernah bertabrakan dengan planet purba bernama Theia sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Tabrakan tersebut diperkirakan menciptakan samudra magma global yang menjangkau hingga batas inti terdalam.

Ketika samudra magma mendingin, mineral awal mulai mengkristal. Bridgmanite diperkirakan terbentuk lebih dahulu, kemudian ferropericlase, dan keduanya berkaitan dengan material mantel bagian dalam.

Material purba yang tersisa diduga sebagian besar terdiri atas bridgmanite yang terbentuk dari samudra magma Bumi awal. Pemodelan kemudian menguji apakah lava Mayotte lebih mungkin berasal dari sumber dangkal atau semburan dari mantel dalam.

Skenario semburan mantel dalam dianggap lebih sesuai dengan data karena hanya memerlukan sekitar 9 hingga 11 persen material purba. Hasil itu juga menunjukkan bahwa konveksi mantel belum tentu menghapus seluruh kantong materi tua di interior Bumi.

Mayotte berada di antara Madagaskar dan Mozambik di kawasan kepulauan Komoro. Penelitian terhadap sumber magma sejenis dapat memperluas pemahaman mengenai bagaimana sisa Bumi Hadean bertahan di tengah aktivitas interior planet yang terus berlangsung.

Baca Juga