Beban Logistik Jakarta Bisa Ditekan, Akses Tol ke Tanjung Priok Disatukan

Beban biaya dan waktu perjalanan angkutan barang di Jakarta berpeluang ditekan melalui rencana integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Skema ini menyasar transaksi berulang serta penanganan ganda yang selama ini menjadi hambatan bagi kendaraan logistik.

Pelindo memandang konektivitas yang lebih mulus antara kawasan industri, jaringan tol, dan pelabuhan sebagai kebutuhan penting bagi daya saing nasional. Dukungan perusahaan diberikan terhadap pedoman integrasi jalan tol yang tengah disusun Kementerian Pekerjaan Umum.

Bukan sekadar perubahan sistem pembayaran

Integrasi dirancang untuk menyederhanakan proses ketika kendaraan melintasi ruas tol yang terhubung. Dengan proses yang lebih ringkas, perjalanan barang dari kawasan industri menuju pelabuhan utama maupun sebaliknya diharapkan tidak lagi terbebani prosedur berulang.

Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menilai kebijakan tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional. Namun, ia menekankan perlunya penerapan yang optimal agar manfaatnya benar-benar diterima pengguna jalan tol dan pelaku angkutan barang.

“Pelindo menyambut optimis upaya pemerintah merumuskan pedoman integrasi jalan tol sebagai solusi meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional. Kami berharap kebijakan ini dapat segera diimplementasikan secara optimal,” ujar Farid dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri PU tentang Pedoman Integrasi Jalan Tol di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Ruas yang membentuk akses ke pelabuhan

Tiga jalan tol menjadi fokus penyatuan sistem pembayaran untuk mendukung pergerakan logistik Jakarta. Ruas tersebut adalah Jalan Tol Cibitung–Cilincing, Jakarta–Cikampek atau MBZ, serta Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Jalan TolKeterkaitan dengan Integrasi
Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC)Jalur dari kawasan industri timur Jakarta menuju arah pelabuhan
Jalan Tol Jakarta–Cikampek/MBZBagian jaringan tol yang pembayarannya disiapkan untuk terintegrasi
Jalan Tol Akses Tanjung PriokAkses langsung yang mendukung perjalanan menuju pelabuhan

Direktur Utama PT CTP Tollways Derry Febrian Putra mengatakan integrasi dengan ruas lain akan menguatkan peran JTCC. Ruas itu diposisikan sebagai penghubung penting antara kawasan industri di timur Jakarta dan pelabuhan utama.

“Adanya integrasi JTCC dengan ruas tol lain kami yakini akan semakin meningkatkan peran fungsi JTCC dalam mendukung efisiensi logistik Jakarta dan nasional. Kami siap berkolaborasi dengan seluruh pihak,” tutur Derry.

Investasi tetap menjadi perhatian

Pelindo menilai efisiensi transaksi harus berjalan beriringan dengan terjaganya iklim investasi jalan tol. Keberlanjutan investasi diperlukan untuk mendukung pembangunan konektivitas nasional dalam jangka panjang.

Agenda penguatan konektivitas ini juga berkaitan dengan arahan optimalisasi aset strategis BUMN di bawah pengelolaan Danantara Asset Management. Bagi Pelindo, hubungan yang lebih lancar antara tol, kawasan industri, dan pelabuhan dapat memperkuat posisi logistik Indonesia.

Pembahasan rancangan aturan melibatkan berbagai unsur, mulai dari sektor infrastruktur dan transportasi hingga operator tol serta perwakilan konsumen. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Badan Usaha Jalan Tol, Asosiasi Jalan Tol Indonesia, Masyarakat Transportasi Indonesia, dan Forum Konsumen Berdaya Indonesia tercatat ikut terlibat.

Para pihak dalam konsultasi publik menyatakan dukungan terhadap rencana integrasi tersebut. Aturan yang tengah disiapkan diharapkan memberi kemudahan bagi pengguna tol sekaligus menurunkan beban biaya dalam rantai logistik.

Pelindo akan melanjutkan sinergi dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan transportasi logistik yang berdaya saing global. Implementasi pedoman integrasi pada tiga ruas itu kini menjadi perhatian utama dalam penguatan akses menuju Tanjung Priok.

Baca Juga