4 Motor untuk Touring Pemula hingga Pro, Tenaga Besar Bukan Selalu Jawabannya

Tenaga besar tidak selalu menjadi jawaban untuk kebutuhan touring. Pengendara pemula lebih membutuhkan motor yang mudah dikendalikan, nyaman diduduki, dan tidak menyulitkan saat bermanuver.

Sebaliknya, pengendara berpengalaman dapat memerlukan stabilitas tambahan, tenaga lebih besar, serta kemampuan membawa perlengkapan lebih banyak. Empat motor berikut memperlihatkan pilihan yang berbeda, dari skuter 155 cc hingga adventure-touring 471 cc.

ModelJenisMesinKeunggulan Utama
Yamaha NMAX TurboMatic155 ccMudah untuk perjalanan antarkota
Honda ADV160Matic160 ccPendekatan adventure
Royal Enfield Classic 350Manual349 ccKarakter touring santai
Honda CB500XManual471 ccStabil untuk perjalanan jauh

1. Honda ADV160

Honda ADV160 dapat dipertimbangkan oleh pemula yang menginginkan kemudahan motor matic tanpa langsung memakai motor berdimensi besar. Konsep adventure-nya membuat model ini relevan untuk perjalanan dengan kondisi jalan yang beragam.

Motor ini menarik bagi pengguna yang banyak melintasi jalan perkotaan dan rute luar kota dalam satu perjalanan. Meski demikian, posisi tangan, kaki, punggung, dan bahu tetap perlu diuji agar sesuai dengan postur pengendara.

2. Yamaha NMAX Turbo

Yamaha NMAX Turbo menawarkan alternatif matic untuk menjelajah rute antarkota tanpa perlu mengatur kopling dan perpindahan gigi manual. Mesin 155 cc dengan VVA dan YECVT membuat penggunaannya cukup fleksibel untuk aktivitas harian maupun perjalanan akhir pekan.

Spesifikasi resmi Yamaha yang dikutip galamedia.pikiran-rakyat.com menyebut adanya T Mode dan S Mode pada NMAX Turbo. S Mode ditujukan untuk kebutuhan akselerasi yang lebih responsif saat di luar kota.

Varian tertentu juga telah dibekali Dual Channel ABS serta Traction Control System. Bobot dan dimensinya yang relatif lebih mudah dikelola membuatnya sesuai untuk jalan kota, jalan nasional, dan barang bawaan secukupnya.

3. Honda CB500X

Honda CB500X ditujukan bagi pengendara yang telah memiliki pengalaman mengendalikan motor besar. Motor adventure-touring ini memakai mesin parallel twin 471 cc dengan tenaga maksimum 37 kW dan torsi 44,6 Nm.

Transmisi enam percepatan, ABS dua kanal, tangki 17,7 liter, suspensi depan Showa, dan monoshock Pro-Link menjadi bagian dari spesifikasi yang dicantumkan Honda. Susunan tersebut mendukung kebutuhan stabilitas dan perjalanan jarak jauh dengan perlengkapan touring.

Namun, pemakaian yang lebih sering di dalam kota dapat membuat dimensi, bobot, dan biaya operasionalnya terasa kurang praktis. Kapasitas mesin besar perlu dipilih berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.

4. Royal Enfield Classic 350

Royal Enfield Classic 350 membawa pengalaman manual yang lebih santai dengan mesin 349 cc. Tenaga maksimumnya mencapai 20,2 bhp dan torsinya 27 Nm, dengan transmisi manual lima percepatan.

Karakter tersebut sesuai untuk perjalanan lintas kota dan touring akhir pekan yang tidak berorientasi pada akselerasi agresif. Pemula yang ingin belajar motor manual dapat mempertimbangkannya, dengan catatan siap menghadapi bobot yang mendekati 200 kg.

Kontrol Menjadi Pertimbangan Utama

Matic memungkinkan pengendara lebih fokus membaca situasi lalu lintas karena tidak dibebani pengoperasian kopling. Manual menawarkan kontrol pemilihan gigi dan respons mesin yang lebih luas saat menghadapi tanjakan, penumpang, atau bagasi.

Pengereman, ABS, suspensi, ukuran ban, dan distribusi beban perlu diperiksa sebelum motor dipilih untuk perjalanan jauh. Ketersediaan bengkel, suku cadang, dan biaya servis berkala juga penting agar kendaraan tetap siap digunakan saat diperlukan.

Baca Juga