Gangguan telinga kronis yang dialami IU kini berdampak langsung pada dua agenda pentingnya. Konser di Goyang, Korea Selatan, pada September 2026 dibatalkan, sementara album baru sang penyanyi juga harus ditunda.
Perubahan itu terjadi ketika gejala patulous eustachian tube atau PET yang dialami IU dilaporkan memburuk. Penyanyi dan aktris bernama Lee Ji-eun tersebut memilih menghentikan sementara rencana panggung serta rilisan musik demi pemulihan kesehatan.
IU mengungkapkan kondisi tersebut melalui Berriz, platform yang digunakannya untuk berkomunikasi dengan penggemar. Ia menyatakan gejala kronis tuba Eustachius patulous yang dideritanya semakin berat.
“Gejala kronis tuba Eustachius patulous saya semakin memburuk,” tulis IU. Yonhap News Agency mengutip unggahan itu sebagai penjelasan atas keputusan menunda agenda besarnya.
IU menyebut dirinya mungkin terlalu memaksakan diri dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai dorongan itu muncul dari antusiasmenya untuk terus menjalani pekerjaan.
Ia meminta maaf kepada penggemar yang sudah menantikan konser tersebut. IU juga mengatakan akan berusaha agar masa penantian tidak berlangsung terlalu lama.
| Agenda | Keputusan IU | Waktu yang Disebut |
|---|---|---|
| Konser di Goyang | Dibatalkan | September 2026 |
| Album baru | Diundur | Menunggu kondisi memungkinkan |
Suara dari Dalam Tubuh Bisa Terdengar Lebih Keras
PET adalah kondisi ketika saluran eustachius tidak menutup sebagaimana mestinya. Saluran ini berada di tiap telinga dan menghubungkan telinga tengah dengan rongga sinus di belakang hidung.
Dalam keadaan normal, saluran eustachius umumnya tertutup. Saluran itu terbuka saat seseorang menelan atau menguap untuk membantu menyeimbangkan tekanan di kedua sisi gendang telinga.
Saluran eustachius juga membantu mengalirkan lendir yang dihasilkan oleh lapisan telinga tengah. Ketika saluran terus terbuka, suara dan aliran napas dari rongga hidung dapat masuk menuju telinga tengah.
Akibatnya, penderita dapat mendengar suara napas atau suara sendiri secara sangat keras. Gejala ini disebut autofoni dan sering terasa seperti gema yang berasal dari dalam tubuh.
Autofoni juga kerap digambarkan seperti berbicara ke dalam tong. Selain suara sendiri, bunyi mengunyah dapat terdengar lebih jelas bagi penderita.
Keluhan Tidak Selalu Sama Setiap Saat
PET dapat disertai rasa penuh di telinga, kebiasaan sering mengendus, gangguan pendengaran ringan, serta tinnitus atau telinga berdenging. Gejalanya dapat muncul dan menghilang, sehingga tingkat gangguan yang dirasakan tidak selalu sama.
Sejumlah penderita melaporkan keluhan menjadi lebih berat ketika berolahraga. Pada sebagian kasus, gejala dapat terasa lebih baik pada pagi hari atau sesudah berbaring.
IU diketahui telah mengalami PET sejak sekitar awal 2020. Kondisi kronis tersebut dapat kambuh atau memburuk secara berkala ketika gejalanya aktif.
Faktor yang Dapat Berkaitan
Penyebab pasti PET belum diketahui. Namun, kondisi ini dalam beberapa kasus dikaitkan dengan alergi, GERD, dan perubahan hormonal yang berkaitan dengan terapi hormon atau kehamilan.
Terapi radiasi serta penurunan berat badan juga disebut sebagai faktor yang dapat berhubungan dengan PET. Penjelasan mengenai fungsi saluran eustachius ini merujuk pada Stanford Health Care yang dikutip health.detik.com.
IU berharap dapat kembali dengan album dan konser baru setelah kesehatannya memungkinkan. Hingga saat itu, pembatalan konser Goyang dan penundaan album menjadi langkah yang ditempuh untuk memberi prioritas pada pemulihan.






