Demam Lama hingga Rambut Rontok, Kombinasi Gejala Lupus yang Perlu Diperiksa

Demam berkepanjangan yang muncul bersama nyeri sendi, rambut rontok, sariawan berulang, dan kemerahan pada pipi perlu mendapat perhatian khusus. Kombinasi keluhan tersebut dapat menjadi tanda lupus, terutama pada perempuan usia 20-an hingga awal 30-an.

Lupus kerap sulit dikenali karena gejalanya beragam pada setiap penderita. Kondisi ini bahkan dapat menyerupai penyakit lain ketika pasien mengalami penurunan hemoglobin dan trombosit.

Keluhan dapat disangka penyakit lain

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menyebut perempuan muda dapat datang dengan dugaan demam berdarah atau tipes. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan yang berlangsung berulang atau tidak kunjung membaik.

Menurut dr. Sandra, lupus lebih banyak dialami perempuan dibanding laki-laki. “Kalau Rheumatoid Arthritis tiga banding satu, kalau ini sembilan banding satu,” ujar dr. Sandra.

Istilah penyakit seribu wajah melekat pada lupus karena gambaran keluhannya tidak seragam. Variasi gejala ini dapat membuat tanda awal penyakit terlewat bila hanya dipandang sebagai kelelahan atau sakit biasa.

Risiko tidak berhenti pada sendi

Peradangan autoimun dapat menyerang lebih dari persendian dan membatasi fungsi gerak penderitanya. Pada lupus, komplikasi dapat berkaitan dengan cairan di rongga paru atau jantung serta gangguan fungsi ginjal.

Karena itu, nyeri dan kaku sendi pada remaja maupun dewasa muda tidak semestinya selalu dianggap keluhan usia lanjut. Penyakit rematik dapat bermula dari gangguan pada sendi sebelum berkembang ke bagian tubuh lain.

KondisiKelompok yang lebih sering terdampakGejala penting
LupusPerempuan usia 20-an hingga awal 30-anDemam lama, nyeri sendi, rambut rontok, sariawan berulang, kemerahan di pipi
Ankylosing spondylitisLaki-laki usia belasan hingga 20-anNyeri punggung bawah dan kaku pagi hari yang membaik setelah bergerak

Kaku pagi hari pada laki-laki muda

Penyakit autoimun pada usia muda juga dapat muncul sebagai nyeri punggung bawah pada laki-laki usia belasan hingga 20-an. Pola ini dapat mengarah pada ankylosing spondylitis atau spondyloarthritis.

Kekakuan biasanya paling berat saat baru bangun dan dapat berlangsung sekitar satu jam. Berbeda dari pegal biasa, rasa sakit justru perlahan membaik setelah penderita bergerak, berolahraga, atau beraktivitas fisik.

Nyeri dapat pula terjadi pada lutut dan pergelangan kaki. Apabila tidak memperoleh terapi medis, peradangan berisiko menyebabkan ruas tulang belakang menyatu dan mengeras sehingga tubuh semakin sulit bergerak.

Lelah berat perlu dinilai bersama gejala lain

Fatigue ekstrem merupakan keluhan yang dapat menyertai berbagai penyakit autoimun. Seseorang dapat tetap merasa kehabisan energi meski tidak melakukan pekerjaan berat dan sudah cukup tidur.

Gejala ini perlu lebih diwaspadai bila hadir bersama pembengkakan sendi atau keterbatasan gerak. health.kompas.com melaporkan dr. Sandra menyarankan konsultasi dengan dokter spesialis agar pasien memperoleh penanganan sesuai kondisinya.

Obat autoimun yang diresepkan dokter bertujuan mengendalikan peradangan serta melindungi ginjal, tulang, dan sendi. Setiap penyakit autoimun memiliki protokol pengobatan dan panduan medis yang telah diteliti untuk membantu mencegah kerusakan organ maupun gangguan gerak menetap.

Baca Juga