Ikke Nurjanah memilih tetap mempertahankan konsep penampilan yang sopan meski pernah mendapat reaksi keras dari penonton. Ia mengaku pernah disoraki sampai botol air mineral melayang ke arah panggung karena tidak banyak bergoyang.
Peristiwa itu menjadi ujian bagi penyanyi yang aktif sejak 1987 tersebut. Alih-alih mengubah penampilan demi memenuhi tuntutan penonton, Ikke mengasah kemampuan berkomunikasi dan mengendalikan panggung.
Menurut Ikke, kemampuan tersebut tidak hadir secara instan. Ia membangunnya melalui pengalaman tampil dan latihan mental dalam menghadapi berbagai respons penonton.
“Itu latihan mental di panggung,” kata Ikke. Ia kemudian belajar menenangkan suasana tanpa harus menuruti keinginan orang-orang yang berada di depan panggung.
“Bagaimana harus komunikasi, bagaimana menenangkan panggung itu. Gimana cara menguasai mereka tanpa harus menuruti mereka, itu jam terbang aja,” lanjutnya. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa penguasaan panggung tidak selalu harus dilakukan melalui gaya penampilan yang diharapkan penonton.
Tekanan bagi Penyanyi yang Tidak Tumbuh dari Panggung
Ikke mengakui bahwa tampil di hadapan kerumunan pernah menjadi beban mental baginya. Ia merasa perlu beradaptasi karena tidak besar dari lingkungan panggung.
“Aku bukan besar di panggung, jadi di panggung itu beban mental buat aku,” tuturnya. Tekanan itu semakin terasa ketika ia harus berhadapan dengan penonton yang datang membawa ekspektasi tersendiri terhadap dangdut.
Pada masa tersebut, panggung dangdut kerap diasosiasikan dengan busana seksi dan goyangan. Sementara itu, Ikke memilih mengenakan pakaian yang lebih tertutup sebagai bagian dari karakter penampilannya.
Dalam tayangan Pagi Pagi Ambyar, ia menyampaikan bahwa gambaran itu kuat pada zamannya. “Mohon maaf, mungkin zaman dulu harusnya seksi-seksi, mohon maaf ya,” ujar Ikke.
Perbedaan Konsep dan Harapan Penonton
Ikke menjelaskan bahwa pilihan busananya dipandang terlalu sopan oleh sebagian penonton. Kondisi tersebut membuat kostumnya dianggap tidak umum untuk dilihat dalam pertunjukan dangdut saat itu.
“Tapi aku pakai bajunya, buat dia (penonton) kesopanan, enggak umum buat mereka lihat di panggung seperti itu,” jelasnya. Penilaian tersebut muncul terutama di tengah penonton depan panggung yang menurutnya banyak didominasi laki-laki.
Ia menyebut kostum yang dipakainya tidak sejalan dengan bayangan mereka tentang dangdut. “Dan konsepnya pasti kalau dangdut, banyak cowok di depan, aku secara keluguan, kostum aku tidak sesuai ekspektasi (penonton),” imbuhnya.
Kompas.com melaporkan bahwa sorakan dan lemparan botol air mineral menjadi konsekuensi dari perbedaan itu. Namun, kejadian tersebut tidak mengubah pilihan Ikke untuk mempertahankan penampilan yang sopan dan manis.
Dalam perjalanan kariernya, Ikke dikenal lewat lagu “Sun Sing Suwe”, “Terlena”, dan “Memandangmu”. “Memandangmu” pernah ia bawakan dalam duet bersama Aldi Bragi ketika keduanya masih berstatus suami istri.






