Berat Badan Bayi Tak Bertambah Saat Sering Gumoh, Kapan Orangtua Harus Waspada?

Gumoh pada bayi sering dianggap wajar, tetapi penilaian tidak dapat berhenti pada seberapa sering susu keluar kembali. Berat badan yang tidak bertambah menjadi tanda penting bahwa kondisi bayi perlu mendapat perhatian lebih serius.

Risiko perlu lebih dicermati bila gumoh disertai keluarnya susu dengan tekanan kuat atau menyemprot. Pola tersebut berbeda dengan gumoh ringan yang biasanya hanya mengalir sedikit dari mulut.

Pertumbuhan Menentukan Tingkat Kewaspadaan

Bayi yang sering gumoh tetapi tetap menyusu dengan baik dan mengalami kenaikan berat badan bayi umumnya berada dalam kondisi aman. Pertumbuhan yang mengikuti kurva menunjukkan asupan susu masih dapat dimanfaatkan tubuh.

Namun, berat badan yang tidak naik dapat menandakan asupan yang masuk tidak mencukupi. Salah satu kemungkinan yang perlu dinilai adalah jumlah susu yang keluar kembali lebih banyak daripada yang dapat digunakan untuk menunjang pertumbuhan.

Orangtua perlu memantau perubahan kondisi bayi, bukan hanya melihat volume atau frekuensi gumoh. Kemampuan menyusu dan perkembangan berat badan merupakan dua hal yang dapat memberi gambaran lebih utuh.

Temuan pada BayiPenilaian UmumLangkah Lanjutan
Gumoh sedikit dan mengalirUmumnya masih fisiologisAmati pola minum serta pertumbuhan
Gumoh dengan tekanan kuatDapat menunjukkan kelainanSegera konsultasikan ke tenaga medis
Berat badan terus bertambahAsupan umumnya tetap mencukupiPantau sesuai kurva pertumbuhan
Berat badan tidak bertambahPerlu diketahui penyebabnyaLakukan pemeriksaan bila diperlukan

Gumoh Menyemprot Perlu Diperiksa

Dokter Konsultan Gastroentero Hepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A. (K), menekankan bahwa gumoh menyemprot tidak boleh dianggap biasa. Kondisi ini dapat mengarah pada gangguan saluran pencernaan yang memerlukan evaluasi mendalam.

“Namun, bisa dianggap tidak normal jika gumohnya menyemprot, itu sudah pasti ada kelainan,” kata dr. Eva dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu tenaga medis menilai kondisi bayi sesuai kebutuhan.

Health.kompas.com melaporkan pemeriksaan lanjutan dapat menggunakan USG atau metode lain berdasarkan indikasi. Tujuannya adalah mencari penyebab gumoh menyemprot serta melihat dampaknya terhadap asupan dan pertumbuhan bayi.

Mengapa Susu Bisa Keluar Kembali

Pada awal kehidupan, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Kapasitas lambung masih kecil dan katup antara kerongkongan dengan lambung belum berfungsi sepenuhnya sempurna.

Kondisi tersebut memungkinkan sebagian isi lambung mengalir kembali setelah bayi minum susu. Karena itu, gumoh ringan dapat terjadi tanpa selalu menandakan gangguan kesehatan.

Jumlah susu yang masuk melebihi kapasitas lambung juga dapat menjadi pemicu. Bayi yang sudah kenyang terkadang masih ingin menyusu, lalu sebagian susu keluar kembali melalui mulut.

Orangtua dapat memperhatikan pola menyusu dan mengenali tanda bayi sudah kenyang. Langkah ini membantu mengurangi kemungkinan gumoh yang terkait dengan asupan berlebih.

Bedakan Gumoh Ringan dengan Tanda Bahaya

Gumoh normal biasanya berupa cairan yang mengalir sedikit dari mulut setelah bayi menyusu. Selama bayi aktif, tetap mau minum, dan berat badannya bertambah, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.

Keadaan berubah bila susu keluar menyemprot atau pertumbuhan bayi tidak berjalan baik. Kedua tanda tersebut perlu dibawa ke perhatian tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui sebelum berdampak lebih jauh terhadap kebutuhan nutrisi bayi.

Baca Juga