Kementerian Kesehatan menyiapkan relawan dan tim medis tambahan untuk membantu penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur. Langkah itu diambil karena tenaga kesehatan di Provinsi NTT juga berpotensi terdampak bencana.
Jumlah tenaga kesehatan yang terdaftar dinilai mencukupi. Namun, kondisi petugas di wilayah terdampak tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam respons darurat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai dukungan personel dari luar daerah dapat dibutuhkan. Risiko petugas setempat ikut terdampak membuat kesiapan tambahan tenaga medis menjadi penting.
“Tenaga kesehatan yang ada terdaftar cukup, cuma kita takutnya ada juga tenaga kesehatan di provinsi NTT, kan yang terkena dampak,” pungkas Budi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa jumlah personel bukan satu-satunya pertimbangan dalam penanganan bencana.
Tim emergency medical team telah dikirim
Pemerintah telah mengirim beberapa tim emergency medical team ke NTT. Pengiriman itu mencakup satu kompi dan satu regu.
Tim tersebut disiapkan untuk membantu penanganan kesehatan serta proses evakuasi. Relawan juga menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan untuk mendukung warga terdampak.
Kehadiran tenaga tambahan ditujukan agar kebutuhan medis tetap dapat ditangani apabila layanan setempat menghadapi kendala. Dukungan dari luar wilayah melengkapi tenaga kesehatan yang telah tersedia di provinsi tersebut.
Stok obat dinyatakan masih aman
Di tengah penyiapan personel, ketersediaan obat untuk warga terdampak gempa NTT disebut masih cukup dan aman. Sebagian kebutuhan logistik telah dikirim pada malam sebelumnya.
Kementerian Kesehatan telah mengetahui kebutuhan obat yang diperlukan untuk penanganan di lokasi terdampak. Identifikasi tersebut memungkinkan pengiriman dilakukan sesuai kebutuhan yang telah dipetakan.
Menurut health.detik.com, Budi mengatakan sebagian persediaan sudah dibawa lebih dahulu. Pengiriman lanjutan juga dapat dilakukan pada malam hari.
“Sudah dibawa tadi malam sebagian. Kita tahu kebutuhannya apa saja, sehingga bisa dikirim malam ini juga,” kata Budi saat ditemui di Car Free Day, Jakarta Selatan, Minggu (16/08/2026). Pengiriman bertahap dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan kesehatan saat darurat.
Rute terdekat dipilih untuk menekan waktu kirim
Pasokan obat tidak harus selalu dikirim dari Jakarta. Budi menyebut Bali dan Makassar dapat menjadi lokasi pengambilan persediaan yang lebih dekat menuju NTT.
“Dan ambil (obat)-nya kan nggak usah dari Jakarta. Bisa dari Bali atau Makassar,” ujar Budi. Pilihan ini dimaksudkan untuk memangkas jalur distribusi obat dalam situasi tanggap darurat.
Pengambilan persediaan dari daerah terdekat dapat mendukung kecepatan penyaluran ke wilayah terdampak. Skema tersebut menjadi pelengkap bagi pasokan yang telah diberangkatkan sebelumnya.
Ketersediaan obat dan kesiapan tim medis menjadi dua bagian yang berjalan bersamaan dalam respons kesehatan. Kementerian Kesehatan menyiapkan logistik serta personel untuk membantu penanganan dan evakuasi warga di NTT.






