Google menyiapkan arah baru Android yang dapat mengubah kebiasaan pengguna saat memakai ponsel. Alih-alih berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, pengguna nantinya cukup menyampaikan tujuan kepada agen AI.
Sistem tersebut ditargetkan menangani serangkaian langkah digital secara lebih mandiri. Google berharap pengguna tidak lagi harus mengawasi setiap proses kecil yang biasanya dilakukan lewat layar ponsel.
Gambaran awal pendekatan ini sudah diperlihatkan lewat Pixel 11 yang diluncurkan pekan lalu. Pada Pixel 11 Pro, terdapat lampu indikator baru di bagian belakang perangkat yang menyala saat Gemini memproses perintah atau memberikan respons.
Indikator itu ditujukan agar pengguna dapat berbicara dengan asisten virtual tanpa terus memegang ponsel. Pengguna juga bisa mengetahui bahwa sistem sedang mendengarkan tanpa perlu membuka tampilan utama perangkat.
Halo Disiapkan Menampilkan Proses Agen AI
Google turut menyiapkan fitur Android bernama Halo yang dijadwalkan rilis pada akhir tahun ini. Fitur tersebut akan menampilkan perkembangan tugas yang sedang dikerjakan agen AI.
Kehadiran Halo dirancang untuk memberi pengguna informasi tanpa membuat mereka harus memeriksa setiap tahapan pekerjaan digital. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Google mengurangi perhatian pengguna yang tersita oleh layar ponsel.
| Perusahaan | Arah AI | Detail yang Disebut |
|---|---|---|
| Agen AI di Android | Gemini dan Halo untuk memproses serta menampilkan progres tugas | |
| Samsung | Integrasi Gemini | Kemitraan dengan Google untuk memperdalam integrasi perangkat lunak |
| Apple | Pembaruan Siri | Direncanakan dapat bekerja lintas aplikasi dan memakai informasi pribadi |
Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, mengatakan rancangan setiap versi Android mempertimbangkan cara konsumen memakai ponsel sekitar tiga tahun ke depan. Menurutnya, interaksi perangkat akan bergeser dari instruksi terperinci menuju penyampaian hasil yang ingin dicapai.
“Anda cukup menyampaikan tujuan atau apa yang ingin dicapai, lalu sistem yang cerdas akan menyelesaikannya untuk Anda,” kata Sameer, dikutip CNN Indonesia. Dalam skenario ini, AI diharapkan memahami kebutuhan pengguna sebelum menjalankan sejumlah tindakan yang diperlukan.
Dari Catatan Dokter hingga Jadwal MRI
Contoh yang digunakan Google mencakup agen AI yang membaca catatan dokter, memeriksa cakupan klaim kepada perusahaan asuransi, lalu menjadwalkan pemeriksaan MRI. Kemampuan tersebut belum tersedia pada sistem Android saat ini.
Contoh itu menunjukkan ambisi Google untuk membuat perangkat lunak yang mampu menghubungkan beberapa proses sekaligus. Pengguna tidak lagi dituntut mengelola setiap tahap secara terpisah saat menyelesaikan urusan digital.
Sameer menilai penghematan waktu lima hingga 30 menit per hari dapat memberi ruang bagi pengguna untuk kegiatan lain. Manfaat AI, menurutnya, tidak semata berada pada kecanggihan teknologi, tetapi pada berkurangnya pekerjaan kecil di perangkat.
Persaingan dan Tantangan Kepercayaan
Pengembangan agen AI berlangsung ketika persaingan perusahaan teknologi untuk menguasai aktivitas digital pengguna semakin ketat. Samsung telah bermitra dengan Google untuk mengintegrasikan Gemini lebih dalam, sementara Apple menyiapkan Siri baru yang direncanakan bekerja lintas aplikasi pada akhir tahun ini.
OpenAI juga disebut merilis pembaruan besar ChatGPT pada bulan lalu agar percakapan terasa lebih alami. Persaingan tersebut menempatkan AI sebagai bagian penting dari hubungan antara pengguna dan perangkat pribadi mereka.
Di sisi lain, penerimaan publik terhadap AI masih menghadapi persoalan kepercayaan. Riset Pew Research menyebut sebagian besar warga Amerika memperkirakan chatbot AI akan berdampak negatif bagi masyarakat.
Studi Gallup dan Bentley University juga menunjukkan 79 persen warga Amerika tidak percaya perusahaan akan menggunakan AI secara bertanggung jawab. Karena itu, keberhasilan visi Google tidak hanya bergantung pada kemampuan agen AI, tetapi juga pada keyakinan pengguna terhadap cara teknologi itu bekerja.
Masih belum pasti apakah agen AI benar-benar dapat membuat konsumen menghabiskan lebih sedikit waktu di ponsel. Sameer menekankan fokus Google seharusnya terletak pada cara teknologi membantu pengguna dalam kehidupan sehari-hari.






