Bukan Sekadar ADHD, Robbie Williams Temukan Penjelasan Baru dalam Spektrum Autisme

Robbie Williams menemukan penjelasan baru atas sejumlah pengalaman pribadinya setelah mengetahui dirinya sedikit autistik. Penyanyi itu menyatakan ia justru menyukai kenyataan bahwa dirinya berada dalam spektrum autisme.

Pengakuan tersebut memperluas keterbukaan Robbie yang sebelumnya sudah membicarakan ADHD. Ia melihat informasi baru itu bukan sebagai beban, melainkan cara untuk memahami dirinya secara lebih baik.

Dalam sesi tanya jawab di London, Inggris, Robbie berkata, “Saya punya ADHD, dan baru tahu kalau saya juga sedikit autistik. Saya justru menyukainya karena ini menjelaskan banyak hal.”

Medcom.id melaporkan pernyataan tersebut dengan mengutip Metro. Mantan anggota Take That itu juga menyelipkan candaan bahwa diagnosis itu dapat menjadi alasan untuk meminta maaf ketika ia melakukan sesuatu yang dianggap aneh oleh orang lain.

Pengalaman sebagai individu neurodivergen

Robbie pernah membahas pengaruh ADHD dan statusnya sebagai individu neurodivergen dalam percakapan dengan NME. Ia mengaku terkadang tidak menyadari bahwa terdapat hal tertentu yang semestinya tidak diucapkan ketika berinteraksi sosial.

Ia juga pernah menggunakan istilah “inside Tourette’s” pada tahun lalu. Istilah tersebut dipakai untuk menggambarkan pengalaman personal ketika pikirannya dipenuhi intrusive thoughts atau pemikiran mengganggu.

Salah satu contoh yang dibagikan Robbie adalah bayangan saat dirinya berada di pesawat. Ia membayangkan memiliki telekinesis yang bisa membuat pesawat tersebut jatuh.

Robbie menyebut kondisi pikiran seperti itu sebagai tingkat kegilaan yang perlu dihadapinya. Ia lalu memilih melatih otaknya agar tidak terus larut dalam kecemasan yang muncul.

Kreativitas sebagai saluran

Menggambar menjadi salah satu aktivitas yang digunakan Robbie untuk mengarahkan pikirannya. Ia juga membuat hal-hal yang menghibur sebagai cara menyalurkan energi ke arah yang lebih positif.

Bagi Robbie, kreativitas dapat menjadi pilihan yang lebih baik daripada membiarkan kecemasan menguasai pikiran. Ia berusaha mengubah dorongan tersebut menjadi karya.

Penjelasannya mengenai ADHD menunjukkan bahwa kondisi itu juga memengaruhi cara ia memusatkan perhatian. Robbie mengatakan dapat sangat fokus pada sesuatu yang benar-benar menarik minatnya.

Fokus itu, menurutnya, bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi. Namun, ia mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi pada banyak hal lain di luar hal yang sedang menarik perhatiannya.

“Dengan ADHD, saya bisa benar-benar fokus 1.000 persen pada sesuatu. Namun, untuk hal lainnya, saya benar-benar tidak bisa melakukannya,” katanya. Ia menambahkan bahwa keluarganya, termasuk anak-anaknya, memahami kecenderungan tersebut.

Tetap menjalani aktivitas musik

Di luar cerita mengenai autisme, ADHD, dan pemikiran mengganggu, Robbie tetap aktif dalam karier musiknya. Ia merilis album studio BRITPOP pada awal tahun ini serta menjalani tur global untuk mempromosikannya.

BRITPOP disebut membawa Robbie melampaui rekor The Beatles dalam jumlah album yang menduduki posisi nomor satu di tangga album Inggris. Sebelum pencapaian itu, Robbie telah menyampaikan ambisinya untuk memecahkan rekor grup legendaris tersebut.

Keterbukaan tersebut memperlihatkan bagaimana Robbie memaknai informasi tentang dirinya dalam konteks yang personal. Ia menempatkan diagnosis autisme sebagai jawaban atas sejumlah hal, sambil tetap melanjutkan aktivitas kreatif dan musikalnya.

Baca Juga