Prabowo Dorong Giant Sea Wall, Pantura Hadapi Abrasi, Rob dan Tanah Turun Bersamaan

Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa sebagai langkah yang dinilai tidak dapat ditunda. Tanggul laut raksasa itu diproyeksikan melindungi warga, kawasan ekonomi, dan infrastruktur pesisir dari tekanan laut yang terus meningkat.

Urgensi proyek muncul karena Pantura tidak hanya menghadapi banjir rob. Di sejumlah wilayah, abrasi dan penurunan muka tanah terjadi pada saat yang sama sehingga kerentanan pesisir menjadi semakin besar.

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Prabowo menegaskan perlunya perlindungan sebelum dampak bencana meluas. Ia menyebut Belanda sebagai contoh negara yang telah lama membangun pertahanan pesisir menghadapi ancaman laut.

“Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan,” ujar Prabowo. Pemerintah memandang proyek tersebut sebagai bagian dari kebutuhan jangka panjang di koridor pesisir utara Jawa.

Tiga persoalan di pesisir utara Jawa

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyatakan pesisir utara Jawa Tengah mengalami abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah secara bersamaan. Dampaknya telah dirasakan oleh permukiman, industri, pelabuhan, lahan pertanian, dan sektor perikanan.

PersoalanKonsekuensi di Pesisir
AbrasiGaris pantai dan kawasan pesisir terancam terkikis.
Banjir robAir laut memasuki daratan ketika pasang tinggi atau gelombang ekstrem.
Penurunan muka tanahDaratan makin rendah dan lebih rentan terhadap genangan rob.

Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum mencatat penurunan muka tanah di beberapa lokasi dapat mencapai 10 hingga 20 sentimeter setiap tahun. Laju tersebut memperkecil selisih ketinggian antara daratan dan permukaan laut.

Eksploitasi air tanah disebut sebagai salah satu penyebab yang memperberat penurunan daratan. Pengambilan air tanah berlebihan oleh masyarakat dan industri menjadi persoalan yang perlu ditangani seiring pembangunan infrastruktur perlindungan.

Dengan kondisi tersebut, banjir rob tidak lagi hanya dipahami sebagai masalah musiman di beberapa kawasan. Tanggul laut perlu didukung pengendalian banjir, perbaikan drainase, tata ruang, serta peningkatan kualitas lingkungan.

Rute 575 kilometer dan fungsi air bersih

Rencana Giant Sea Wall membentang sekitar 575 kilometer dari Serang hingga Gresik dan terbagi dalam 15 segmen. Pembangunan di sepanjang jalur itu disebut telah berjalan sejak Maret 2026, dengan target penyelesaian dipercepat dari 20 tahun menjadi 15 tahun.

Groundbreaking direncanakan pada awal 2027. Pembagian segmen diperlukan karena tiap kawasan memiliki kombinasi persoalan yang berbeda, termasuk kepadatan penduduk, pelabuhan, industri, abrasi, dan ekosistem pesisir.

Prabowo menyatakan tanggul itu harus memberi manfaat melampaui fungsi penahan air laut. “Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih, harus menjadi jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa,” katanya.

Penyediaan air bersih menjadi bagian penting karena dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. Langkah ini diperlukan agar penanganan penurunan daratan berjalan searah dengan perlindungan garis pantai.

Pilihan desain untuk tiap segmen

Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan tanggul tegak modular multifungsi dan blok beton modular sebagai salah satu dukungan teknologi. Struktur tersebut dapat berperan sebagai pelindung pantai, penangkap energi gelombang, serta jalur transportasi.

BRIN juga mengembangkan pendekatan hybrid eco-engineering yang menggabungkan bangunan teknik dengan solusi berbasis alam. Pendekatan itu dapat memberi ruang bagi perlindungan pesisir yang tidak hanya mengandalkan konstruksi keras.

Efektivitas Giant Sea Wall akan bergantung pada kemampuan desainnya menjawab kebutuhan spesifik tiap wilayah di sepanjang Serang-Gresik. Perlindungan warga, kegiatan ekonomi, dan infrastruktur di kawasan pantai utara Jawa menjadi ukuran utama proyek ini.

Baca Juga