Produksi sekitar 480-an kargo LNG sejak beroperasi menjadi modal PT Donggi-Senoro LNG untuk menjaga pasokan bagi pasar domestik dan ekspor. Pengalaman tersebut juga mendukung kesiapan fasilitas di Banggai untuk menambah pasokan hingga 100 MMSCFD.
Kilang ini telah beroperasi sejak 2015 dan mencatat rata-rata produksi 41 kargo setiap tahun. Setiap kargo memiliki kapasitas standar sekitar 125 ribu meter kubik LNG.
Produksi kumulatif yang mendekati 500 kargo menunjukkan keberlanjutan operasi fasilitas LNG tunggal milik DSLNG. Kilang tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 2 juta ton LNG per tahun.
| Data Produksi DSLNG | Nilai | Penjelasan |
|---|---|---|
| Awal operasi | Sejak 2015 | Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah |
| Produksi kumulatif | Sekitar 480-an kargo | Mendekati 500 kargo |
| Rata-rata tahunan | 41 kargo | Produksi per tahun |
| Kapasitas per kargo | 125 ribu meter kubik | Kapasitas standar LNG |
Pada tahun berjalan, realisasi produksi telah mencapai sekitar 28 kargo. Perusahaan menargetkan tambahan 12 kargo hingga Desember.
Pasokan gas untuk pengolahan LNG di fasilitas itu berada pada kisaran 335 MMSCFD. Volume bahan baku tersebut menopang kegiatan produksi kilang yang melayani dua arah pasar.
Pasokan Domestik Tetap Memiliki Porsi
Sekitar 15 kargo LNG dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri melalui PGN pada tahun ini. Di saat yang sama, sekitar 26 kargo disalurkan ke pasar ekspor, khususnya Jepang dan Korea.
Pembagian tersebut menempatkan Pasokan LNG Domestik sebagai bagian dari operasi rutin DSLNG. Produksi dari Banggai tidak hanya ditujukan bagi pembeli luar negeri.
| Pasar Tujuan | Volume Alokasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Dalam negeri | Sekitar 15 kargo | Melalui PGN |
| Ekspor | Sekitar 26 kargo | Jepang dan Korea |
Pemerintah mengutamakan pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri sebelum pasokan LNG disalurkan ke pasar lain. Sugianto Daesani mengatakan kebutuhan domestik tersebut dibagi antara PT Badak LNG dan BP Tangguh.
Ekspansi Tetap Menunggu Perhitungan Ekonomi
DSLNG telah memiliki studi dan lahan yang cukup untuk mengembangkan tambahan pasokan hingga 100 MMSCFD. Plant Deputy General Manager DSLNG Sugianto Daesani menyebut kesiapan teknis itu tersedia apabila terdapat kebutuhan tambahan.
“Kita studinya sudah punya. Lahannya masih banyak,” kata Sugianto kepada mediaindonesia.com. Pernyataan itu menggambarkan bahwa ruang pengembangan fasilitas masih terbuka.
Meski siap secara operasional, perusahaan belum memastikan pelaksanaan ekspansi tersebut. Harga gas dan pendanaan menjadi dua faktor yang menentukan kelayakan proyek.
“Jadi kalau ada penambahan sampai 100 MMSCFD, kita siap apabila memang nanti harga gasnya masuk,” ujar Sugianto. Karena itu, rekam produksi Donggi-Senoro LNG yang panjang belum berarti tambahan kapasitas akan langsung direalisasikan.
Opsi pengembangan akan bergantung pada pertumbuhan permintaan gas domestik dan perhitungan bisnis yang sesuai. Jika seluruh syarat terpenuhi, kilang di Banggai berpotensi memperbesar perannya dalam pemenuhan kebutuhan LNG nasional.






