Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan SSIA, ITMG, dan ADRO untuk perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Rekomendasi itu diberikan ketika IHSG menghadapi risiko dari kenaikan harga minyak dan lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Indeks diperkirakan masih mengalami koreksi terbatas dengan support di 6.325 dan resistance 6.465. Area tersebut penting karena IHSG sebelumnya baru menguat 1,59 persen ke posisi 6.401.
Tiga Saham dalam Perhatian
SSIA, ITMG, dan ADRO menjadi pilihan perdagangan harian dari Pilarmas Investindo Sekuritas. Ketiganya direkomendasikan saat pasar berusaha membaca dampak perkembangan global dan prospek investasi di dalam negeri.
| Rekomendasi | Periode | Konteks Pasar |
|---|---|---|
| SSIA | Perdagangan Selasa | Pasar menimbang risiko global |
| ITMG | Perdagangan Selasa | Harga energi meningkat |
| ADRO | Perdagangan Selasa | Investasi domestik menjadi perhatian |
Pilarmas memandang investasi semakin penting sebagai penggerak pertumbuhan nasional. Fokus pada hilirisasi dan industri bernilai tambah dinilai dapat mendukung sektor mineral, kawasan industri, energi, infrastruktur, serta manufaktur.
Pemerintah menaikkan target investasi 2027 menjadi Rp2.322 triliun, dari target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Sasaran itu disebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,8 persen hingga 6,5 persen.
Realisasi investasi pada semester I-2026 tercatat Rp300,1 triliun atau tumbuh 6,9 persen secara tahunan. Sektor mineral menjadi sektor yang mendominasi realisasi tersebut.
Risiko dari Minyak dan Yield
Sentimen eksternal memburuk setelah Donald Trump menolak perpanjangan kesepakatan perdamaian sementara selama 60 hari dengan Iran. Perkembangan itu mengangkat minyak WTI ke US$85,3 per barel dan minyak Brent ke US$90,87 per barel.
Kenaikan harga minyak dunia memicu kekhawatiran atas potensi peningkatan inflasi serta suku bunga global. Kekhawatiran itu dapat memengaruhi pasar saham dan pasar obligasi pada perdagangan berikutnya.
Tekanan lain datang dari US Treasury tenor 30 tahun yang imbal hasilnya mencapai 5,31 persen pada Senin, 17 Agustus 2026. Posisi tersebut disebut sebagai level tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir.
Yield yang meningkat membuat kondisi pasar menjadi lebih menantang bagi investor. Faktor tersebut menjadi alasan pasar akan mencermati respons indeks setelah libur nasional.
IHSG Menghadapi Batas Teknis
IHSG menutup perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, di level 6.401 setelah naik 100,1 poin atau 1,59 persen. Sektor kesehatan menjadi penggerak terbesar penguatan dengan kenaikan 3,09 persen.
| Indikator | Level | Keterangan |
|---|---|---|
| Penutupan IHSG | 6.401 | Naik 1,59 persen pada 14 Agustus 2026 |
| Support IHSG | 6.325 | Proyeksi Pilarmas |
| Resistance IHSG | 6.465 | Proyeksi Pilarmas |
| Minyak Brent | US$90,87 per barel | Terangkat tensi geopolitik |
Support 6.325 akan menjadi area penting jika tekanan global berlanjut, sedangkan resistance 6.465 menjadi batas atas yang dicermati. Rentang itu mencerminkan proyeksi koreksi yang masih terbatas menurut Pilarmas.
“Menghadapi hari ini, kemungkinan besar pergerakan IHSG dan pasar obligasi akan sedikit sulit, namun terkadang selalu ada saja kejutan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas. Perdagangan selanjutnya akan memperlihatkan bagaimana pasar menimbang rekomendasi saham, prospek investasi, serta risiko eksternal yang menguat.






