IHSG Dekati Resistance 6.455, HRTA hingga INDY Masuk Rekomendasi Beli

IHSG berada dekat area resistance penting setelah ditutup menguat 1,59% ke level 6.401,89. Level 6.455 menjadi batas yang dicermati karena penembusan di atasnya dapat mengonfirmasi penguatan lanjutan.

Di tengah peluang tersebut, HRTA, SRTG, dan INDY memperoleh rekomendasi beli. FILM justru mendapat rekomendasi jual dengan target yang lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya.

Peluang Lanjutan Setelah Resistance Ditembus

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih mempertahankan struktur bullish jangka pendek. Indeks juga bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20.

Dalam risetnya pada Selasa (18/8/2026), Reza mengatakan, “Secara teknikal, IHSG masih berada dalam short-term bullish structure dan bertahan di atas MA20, sehingga peluang menguji 6.455 masih terbuka.” Support IHSG diperkirakan berada dalam rentang 6.200–6.280.

Area 6.400–6.455 menjadi resistance utama indeks. Jika IHSG mampu menembus 6.455, target penguatan berikutnya diperkirakan berada pada kisaran 6.568–6.716.

Target 4 Saham yang Dicermati

SahamPenutupanTargetBatas Risiko
HRTARp2.150Rp2.230–Rp2.350Di bawah Rp2.000
SRTGRp1.840Rp1.870–Rp1.915Di bawah Rp1.750
INDYRp2.560Rp2.630–Rp2.710Di bawah Rp2.320
FILMRp900Rp830Tidak dicantumkan

1. HRTA

HRTA direkomendasikan beli pada harga penutupan Rp2.150. Saham ini memiliki target Rp2.230 hingga Rp2.350.

Batas rugi HRTA ditetapkan di bawah Rp2.000. Perhatian pada level tersebut diperlukan untuk membatasi risiko apabila harga melemah.

2. SRTG

SRTG ditutup pada Rp1.840 dan direkomendasikan beli. Target harga yang dipantau berada pada Rp1.870 sampai Rp1.915.

Batas rugi SRTG berada di bawah Rp1.750. Target ini menempatkan saham tersebut sebagai salah satu pilihan di tengah penguatan indeks.

3. INDY

INDY masuk rekomendasi beli dengan harga penutupan Rp2.560. Target pergerakannya berada dalam rentang Rp2.630–Rp2.710.

Batas rugi INDY ditetapkan di bawah Rp2.320. Level tersebut menjadi bagian dari acuan teknikal untuk saham ini.

4. FILM

FILM memperoleh rekomendasi jual setelah ditutup pada harga Rp900. Target harga saham ini berada pada Rp830.

Posisi FILM berbeda dengan tiga saham lain yang masuk daftar beli. Kondisi itu menunjukkan bahwa pemilihan saham tetap penting meski IHSG sedang bergerak menguat.

Sentimen Domestik dan Global

Pelaku pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada pekan ini. Menurut market.bisnis.com, pasar memperkirakan BI Rate akan dipertahankan pada level 5,75%.

Dari Amerika Serikat, FOMC Minutes menjadi perhatian untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya. Perkembangan kebijakan moneter dari dalam dan luar negeri dapat menentukan kelanjutan momentum IHSG.

Penguatan pasar sebelumnya turut didukung pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027. Pasar memperhatikan target defisit anggaran 2,40% dari produk domestik bruto dan optimisme pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026.

Rupiah yang menguat ke Rp17.827 per dolar AS juga memberi dukungan bagi sentimen domestik. Keputusan investasi dan risiko keuntungan maupun kerugian tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Baca Juga