Pengguna TikTok dan Instagram Lebih Condong ke Ronaldo, Ini Temuan Survei 26 Negara

Responden yang lebih sering mendapatkan berita melalui TikTok dan Instagram cenderung memberi penilaian lebih baik kepada Cristiano Ronaldo. Temuan ini muncul dalam survei terhadap 10.000 responden di 26 negara yang juga memetakan pilihan publik terhadap Lionel Messi.

Kecenderungan tersebut menyoroti peran ruang visual dalam membentuk kedekatan dengan tokoh olahraga ternama. Peneliti menilai kehadiran Ronaldo yang kuat di media sosial dapat membuat pengguna platform video pendek lebih sering menjumpai citra publiknya.

Profesor Madya Saifuddin Ahmed dari Sekolah Komunikasi dan Informasi Wee Kim Wee, Nanyang Technological University (NTU) Singapura, menyebut citra Ronaldo dibangun secara cermat. Ronaldo dikenal terbuka mengekspresikan ambisi dan merayakan pencapaian individual.

Berbeda dengan itu, Messi umumnya diasosiasikan dengan karakter yang lebih tenang dan berorientasi pada tim. Kontras citra tersebut dinilai dapat mendorong seseorang memilih figur yang dianggap paling sejalan dengan nilai personalnya.

Harga diri juga terkait pilihan

Survei itu turut menemukan responden dengan harga diri lebih tinggi cenderung menyukai Ronaldo. Pola tersebut sejalan dengan kajian penegasan diri mengenai ketertarikan kepada figur yang aspiratif, dominan, dan berprestasi besar.

“Orang mungkin ingin menampilkan diri sebagai orang yang rendah hati, tetapi itu tidak berarti mereka paling mengidentifikasi diri dengan tokoh publik yang rendah hati,” ujar Saifuddin Ahmed. Ia menambahkan bahwa sebagian orang dapat tertarik kepada sosok yang mewujudkan keunggulan dan kepercayaan diri.

Selain media sosial dan harga diri, kecenderungan politik juga tercatat dalam hasil penelitian. Responden yang lebih liberal lebih condong memberikan nilai tinggi kepada Messi, sedangkan responden yang lebih konservatif lebih cenderung memilih Ronaldo.

Hubungan antara ideologi politik dan pilihan pemain paling kuat terlihat pada responden berusia muda. Keterkaitan itu melemah secara substansial pada kelompok dewasa yang lebih tua.

Hasil berbeda di setiap negara

Riset yang dipimpin NTU menjangkau responden dari enam benua, mencakup Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia. Hasilnya menunjukkan bahwa persaingan preferensi Messi dan Ronaldo tidak memiliki pemenang yang sama di seluruh wilayah.

Preferensi tingkat negaraJumlah negaraKeterangan
Ronaldo unggul11Termasuk Singapura dan sejumlah negara di Afrika Utara, Timur Tengah, serta Asia Tenggara
Messi unggul8Termasuk Argentina, beberapa negara Eropa Barat, Amerika Serikat, Kanada, serta Korea Selatan
Tanpa keunggulan jelas7Perbedaan penilaian tidak cukup kuat secara statistik

Messi mendapat nilai rata-rata lebih tinggi di Argentina, beberapa negara Eropa Barat, Amerika Serikat, Kanada, dan Korea Selatan. Preferensi relatif terkuat kepada Messi tercatat di Korea Selatan, bahkan lebih tinggi daripada Argentina.

Situasi Korea Selatan terutama dipengaruhi skor Ronaldo yang rendah dibandingkan negara lain. Negara itu menjadi satu-satunya lokasi survei dengan nilai rata-rata Ronaldo di bawah empat pada skala tujuh poin.

Efek kekecewaan publik

Peneliti menyebut rendahnya penilaian Ronaldo di Korea Selatan mungkin masih terkait pertandingan ekshibisi di Seoul pada 2019. Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo tidak bermain walaupun menjadi daya tarik utama acara.

Studi ini tidak menemukan kaitan antara peringkat FIFA suatu negara dan pilihan terhadap Messi atau Ronaldo secara keseluruhan. Loyalitas terhadap pemain dari negara sendiri juga tidak cukup menjelaskan hasil yang terlihat di tingkat negara.

NTU berencana mengkaji lebih lanjut mengapa hubungan antara pandangan politik dan preferensi pemain berubah menurut usia. Penelitian itu juga membuka pertanyaan lebih luas mengenai pengaruh paparan media sosial terhadap kedekatan publik dengan figur terkenal dan nilai politik yang mereka pegang.

Baca Juga