Pemerintah menyiapkan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT dengan harapan sekolah berkualitas dapat tersedia di setiap kabupaten. Program ini diarahkan untuk menjawab kenyataan bahwa sekolah unggul masih terbatas di Indonesia.
Target pemerataan tersebut menjadi penting karena pilihan pendidikan berkualitas selama ini belum tersebar merata di berbagai wilayah. SNT diposisikan sebagai sekolah unggul yang dapat memperluas akses pada tingkat kabupaten.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan jumlah sekolah unggul yang tersedia masih sangat sedikit. Penilaian itu ia sampaikan dalam Taklimat Media Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Memang berdasarkan data yang ada jumlah sekolah yang unggul itu masih sangat sedikit,” kata Mu’ti. Keterbatasan tersebut membuat penguatan sekolah unggul menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pendidikan nasional.
SNT tetap sekolah nasional
Meski membawa sejumlah penguatan, SNT tidak dirancang sebagai sekolah internasional. Pemerintah menetapkannya sebagai sekolah dengan standar nasional.
Mu’ti menegaskan, “Sekolah ini sekolah standar nasional bukan sekolah yang berstandar internasional.” Pernyataan itu memperjelas bahwa pengembangan mutu SNT tetap berada dalam kerangka sekolah nasional.
Gagasan SNT berasal dari Presiden Prabowo Subianto dan dirancang untuk jenjang SMP serta SMA. Sekolah tersebut ditujukan kepada siswa berprestasi dan tidak menggunakan sistem asrama.
| Bagian | Ketentuan SNT |
|---|---|
| Jenjang pendidikan | SMP dan SMA |
| Sasaran | Siswa berprestasi |
| Model hunian | Tanpa sistem asrama |
| Status sekolah | Sekolah standar nasional |
Bekal akademik dan nonakademik
Pengembangan lulusan SNT akan menempatkan STEAMS sebagai salah satu bidang keunggulan. Sekolah juga diarahkan untuk membangun kepemimpinan dan kemampuan yang berkaitan dengan kewirausahaan.
Bekal tersebut diharapkan membantu siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pilihan pendidikan lanjutan yang disebut mencakup jalur nasional maupun internasional.
Olahraga menjadi unsur lain yang dipersiapkan untuk membedakan SNT dari sekolah lain. Penekanannya tidak hanya pada kegiatan siswa, tetapi juga pada sarana yang mendukung pembinaan olahraga.
Menurut Mu’ti, fasilitas olahraga di SNT direncanakan terintegrasi dan lengkap. Rencana penyediaan fasilitas itu disebut mengikuti arahan Presiden dan perencanaan yang telah dibuat.
Rancangan ini menunjukkan bahwa penguatan mutu SNT tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas. Pembinaan kemampuan siswa juga mencakup aspek kepemimpinan, kewirausahaan, serta olahraga.
Namun, inti dari program tersebut tetap berada pada perluasan jangkauan sekolah berkualitas. Pemerintah mengharapkan SNT dapat hadir sebagai sekolah unggul di tiap kabupaten, bukan hanya di kawasan tertentu.
Dengan sasaran siswa berprestasi pada dua jenjang pendidikan, SNT dirancang sebagai bagian dari penguatan pilihan sekolah nasional. Keberadaan fasilitas terintegrasi dan fokus pengembangan yang lebih luas menjadi unsur pendukung dari target tersebut.






