Studi di beberapa negara Eropa akan menjadi pengalaman utama bagi 90 mahasiswa Indonesia yang meraih Beasiswa Erasmus Mundus Joint Master. Selain menjalani pendidikan S2, mereka akan berhadapan langsung dengan lingkungan akademik dan budaya yang berbeda.
Program tersebut menawarkan lebih dari pembiayaan pendidikan karena penerimanya dapat memperluas pengalaman internasional selama masa studi. Para mahasiswa juga berpeluang memperoleh gelar ganda setelah menyelesaikan program.
Belajar Lintas Negara dan Lintas Budaya
Mahasiswa penerima beasiswa didorong untuk memahami budaya negara tempat mereka belajar. Interaksi dengan kampus, masyarakat, dan kebiasaan setempat akan menjadi bagian dari perjalanan mereka di Eropa.
Oliver Sperling, Deputy Head of Mission di Kedutaan Besar Jerman, menyatakan bahwa kerja sama antarnegara diperlukan untuk menghadapi persoalan bersama. Ia menyinggung perubahan iklim, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan sebagai contoh isu yang membutuhkan kooperasi internasional.
Menurut Oliver, tidak ada negara yang dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri membawa peran sebagai representasi Indonesia dan negara tempat mereka menempuh studi.
“Kalian akan menjadi ambassador bagi Indonesia dan juga negara tempat kalian belajar,” pesan Oliver. Peran tersebut melekat pada para penerima ketika mereka beradaptasi dengan lingkungan baru selama pendidikan berlangsung.
Skema Beasiswa untuk Pendidikan Pascasarjana
Erasmus Mundus merupakan beasiswa S2 dari Uni Eropa yang mendanai studi di beberapa negara di Eropa. Dukungan program mencakup kebutuhan pendidikan dan perjalanan bagi para penerimanya.
| Komponen | Informasi |
|---|---|
| Penerima beasiswa | 90 mahasiswa Indonesia |
| Jenjang studi | Pascasarjana atau S2 |
| Wilayah studi | Beberapa negara di Eropa |
| Fasilitas | Biaya kuliah penuh, uang saku bulanan, dan tiket pesawat |
| Potensi hasil studi | Gelar ganda |
Biaya kuliah penuh, uang saku bulanan, serta tiket pesawat termasuk dalam dukungan Beasiswa Erasmus Mundus. Skema itu membantu penerima menempuh pendidikan pascasarjana dengan dukungan finansial dari Uni Eropa.
Harapan atas Pengalaman Internasional
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, E Denis Chaibi, berharap pengalaman tersebut membentuk karakter dan cara berpikir para mahasiswa. Ia menyampaikan harapan itu dalam acara #EU4Youth Indonesia: Connect • Empower • Collaborate di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
“Kami berharap pengalaman ini bisa membentuk karakter kalian, bagaimana kalian berpikir, dan berkontribusi tidak hanya untuk Indonesia, tapi ke dunia yang lebih besar,” kata Denis. Pesan itu menekankan kontribusi yang diharapkan tumbuh dari pengalaman pendidikan internasional.
Almira Rahma, salah satu penerima beasiswa, mengungkapkan rasa syukur setelah melalui berbagai tantangan dalam proses memperoleh kesempatan tersebut. Ia menilai keberhasilan itu menjadi awal bagi para penerima untuk mendalami bidang studi yang dipilih.
“Berdiri di sini hati ini mengingatkan kita jika setiap tantangan itu berarti,” ujar Almira. Menurut detik.com, 90 penerima beasiswa itu akan segera berangkat ke Eropa untuk melanjutkan studi mereka.






