Papua Tengah Kebagian Rp13 Triliun, Produksi Penuh Freeport Bisa Angkat Setoran Negara

Sekitar Rp13 triliun dari kontribusi PT Freeport Indonesia sepanjang 2025 menjadi bagian bagi pemerintah daerah di Papua Tengah. Penerima bagian tersebut mencakup Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta kabupaten lain di wilayah itu.

Nilai untuk daerah tersebut berasal dari total kontribusi perusahaan kepada negara yang mencapai Rp75 triliun sepanjang 2025. Besaran itu memperlihatkan bahwa dampak aktivitas perusahaan tidak hanya terkait penerimaan pemerintah pusat.

PT Freeport Indonesia memproyeksikan kontribusi tahunannya dapat melampaui Rp100 triliun apabila kapasitas produksi kembali berada di level 100 persen. Artinya, pemulihan operasi penuh berpotensi meningkatkan kontribusi dibandingkan realisasi yang telah disampaikan perusahaan untuk 2025.

Produksi Menjadi Penentu Kenaikan Kontribusi

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi. Pencapaian level maksimal disebut menjadi faktor utama bagi kenaikan kontribusi kepada negara dan daerah operasi.

“Dan saat nantinya kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, maka kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari 100 triliun setiap tahunnya,” ujar Tony. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam sambutan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Mimika, Papua, Senin (17/8).

IndikatorNilaiPenjelasan
Kontribusi kepada negara pada 2025Rp75 triliunRealisasi perusahaan
Kontribusi saat kapasitas produksi penuhLebih dari Rp100 triliun per tahunProyeksi
Bagian pemerintah daerah Papua TengahSekitar Rp13 triliunTermasuk Mimika dan daerah lain

Proyeksi lebih dari Rp100 triliun masih bersifat bersyarat karena terkait dengan pencapaian kapasitas 100 persen. Perusahaan belum menyebutkan rincian tahapan maupun waktu untuk mencapai target pemulihan tersebut.

Manfaat bagi Negara dan Masyarakat

Menurut Tony, kontribusi yang disalurkan perusahaan mencerminkan komitmen untuk memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat. Komitmen itu disebut tetap dijalankan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan.

CNN Indonesia melaporkan bahwa perusahaan kini memusatkan perhatian pada peningkatan kapasitas produksi. Kenaikan kapasitas diharapkan berpengaruh terhadap besaran kontribusi bagi negara maupun daerah tempat perusahaan beroperasi.

Bagian sekitar Rp13 triliun memperlihatkan posisi Mimika dan Papua Tengah dalam aliran kontribusi yang disampaikan perusahaan. Angka tersebut telah termasuk dalam total Rp75 triliun yang tercatat pada 2025, bukan tambahan di luar nilai itu.

Jika produksi kembali penuh, kenaikan kontribusi akan menjadi dampak yang paling menonjol dari pemulihan tersebut. Namun, realisasi angka di atas Rp100 triliun tetap menunggu keberhasilan PT Freeport Indonesia mencapai kapasitas produksi 100 persen.

Perusahaan terus menyatakan upaya peningkatan kapasitas sedang dilakukan menuju target tersebut. Perkembangan pemulihan produksi selanjutnya akan menentukan besaran penerimaan yang dapat mengalir kepada negara dan wilayah Papua Tengah.

Baca Juga