Penanaman lebih dari 33.000 bibit mangrove oleh pelajar SMP Negeri 1 Surabaya, Harley Fatahillah, membawa pesan perlindungan pesisir yang lebih luas daripada kegiatan peringatan Agustus. Bibit-bibit itu ditanam bersama komunitas dan masyarakat pesisir Surabaya untuk membantu menjaga kawasan pantai.
Mangrove menjadi pelindung alami yang dapat membantu menghadapi abrasi, banjir rob, dan gelombang besar. Karena itu, aksi Harley menempatkan perayaan kemerdekaan sebagai bentuk kepedulian terhadap ruang hidup bersama.
Fungsi Penting Hutan Mangrove
Hutan mangrove berperan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah pertemuan daratan dan laut. Vegetasi tersebut juga membantu menyerap karbon dioksida.
Ketika ombak besar bergerak menuju daratan, kawasan mangrove dapat membantu meredam energinya. Keberadaan mangrove juga membantu mengurangi ancaman abrasi serta dampak banjir rob di pesisir.
| Data kegiatan | Informasi |
|---|---|
| Penanam | Harley Fatahillah |
| Status | Pelajar SMP Negeri 1 Surabaya |
| Jumlah penanaman | Lebih dari 33.000 bibit |
| Jenis bibit | Rhizophora mucronata |
Jenis yang rutin ditanam Harley adalah Rhizophora mucronata. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir bersama warga yang bergantung pada ekosistem tersebut, termasuk petani tambak dan nelayan Wonorejo.
Kerja Bersama Warga Pesisir
Aktivitas penanaman dijalankan dengan gotong royong meski kondisi lapangan berlumpur. Petani tambak, nelayan, relawan, dan Harley bekerja di kawasan yang dipenuhi akar mangrove serta batu-batu tajam.
Harley hampir setiap akhir pekan menempuh jarak sekitar 13 kilometer dari rumah menuju lokasi penanaman. Perjalanan itu menjadi rutinitas yang dipilihnya dibanding mengikuti tren nongkrong atau menghabiskan waktu di media sosial.
Ombak yang menerpa lokasi penanaman turut menjadi hambatan. Namun, kondisi medan pesisir tersebut tidak mengubah komitmennya melanjutkan penghijauan.
Berawal dari Tayangan Bencana
Perhatian Harley terhadap lingkungan tumbuh setelah ia melihat video bencana alam di Indonesia dan sejumlah negara melalui media sosial. Ia kemudian memutuskan untuk mencari tindakan sederhana yang dapat dilakukan secara aktif.
“Awalnya sedih saja lihat banyak video bencana alam di media sosial. Lalu saya berpikir apa yang bisa saya lakukan, ya yang mudah dan bisa dilakukan aktif menanam mangrove,” ujar Harley di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Beritasatu.com melaporkan bahwa petani tambak Wonorejo memberikan apresiasi terhadap keterlibatan Harley. Mereka memandang aksi pelajar tersebut menunjukkan generasi muda dapat berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Harley menilai perhatian terhadap alam dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus. Ia berharap anak muda lain mau ikut menanam dan merawat mangrove di kawasan pesisir.
“Kalau bisa teman-teman yang lain ikut peduli dengan lingkungan,” imbuh Harley. Bagi pelajar tersebut, hutan mangrove perlu dijaga sebagai warisan lingkungan untuk generasi berikutnya.






