Wajah Bisa Tampak Kusam karena Salah Undertone, Olive Skin Sering Mengarah ke Dingin

Wajah pemilik olive skin dapat terlihat kusam ketika foundation, pakaian, atau makeup dipilih berdasarkan asumsi bahwa kulit zaitun selalu warm tone. Padahal, mayoritas pemilik karakter kulit ini cenderung memiliki undertone dingin.

Menurut analis warna dan penata rias profesional Bethany Brenneman, sekitar 90 persen orang dengan olive skin memiliki kecenderungan warna dasar dingin. Angka itu menjadi alasan penting untuk tidak hanya mengandalkan tampilan kecokelatan atau semburat hijau saat memilih palet warna.

Tanda Produk Tidak Menyatu di Wajah

Foundation yang tampak sesuai di tangan belum tentu menyatu pada wajah atau leher. Pada pemilik kulit zaitun, produk yang kurang tepat dapat membuat rona kulit terlihat terlalu kuning, terlalu oranye, atau abu-abu.

Pencocokan langsung diperlukan untuk foundation, concealer, dan bronzer agar warna akhirnya tidak mengganggu karakter alami kulit. Langkah ini lebih penting daripada sekadar memilih produk berdasarkan kategori kulit medium.

Masalah serupa dapat terjadi pada pilihan pakaian dan riasan. Warna yang menarik saat dilihat sendiri belum tentu memberikan efek yang sama ketika dipakai berdekatan dengan wajah.

Warna cokelat hangat, koral, emas yang kuat, dan warna tanah berpotensi kurang menguntungkan bagi sebagian pemilik cool olive skin. Nuansa tersebut dapat membuat semburat kehijauan lebih menonjol sehingga wajah tampak pucat atau kurang bercahaya.

Pilihan Warna untuk Cool Olive Skin

Warna dengan nuansa dingin seperti abu-abu, taupe, mauve, berry, dan perak dapat menjadi pilihan awal yang lebih aman. Palet ini dinilai lebih mudah menyatu dengan karakter cool olive skin tanpa memberi kesan kusam.

Pilihan tersebut tidak terbatas untuk busana. Warna serupa dapat diterapkan pada riasan mata dan warna bibir sesuai kebutuhan tampilan.

Kelompok WarnaContohPertimbangan untuk Cool Olive Skin
Nuansa dinginAbu-abu, taupe, mauve, berry, perakDapat menjadi pilihan yang lebih aman
Nuansa hangat kuatCokelat, koral, emas, warna tanahDapat membuat wajah tampak kusam pada sebagian orang
Pastel berdasar dinginWarna pastel bernuansa sejukMemberi pilihan tampilan yang lebih lembut

Warna pastel dengan dasar dingin dapat dipilih bagi yang tidak ingin memakai warna tajam atau gelap. Meski demikian, warna hangat tidak perlu dihindari seluruhnya karena hasil akhir tetap berbeda pada tiap orang.

Olive Skin dan Undertone Adalah Hal Berbeda

Olive skin merujuk pada kulit yang menampilkan sedikit semburat hijau zaitun di permukaannya. Tampilan ini dapat ditemukan pada kulit terang hingga gelap.

Semburat tersebut bukan penanda bahwa warna dasar kulit benar-benar hijau. Olive juga bukan istilah yang sama dengan kulit medium, walaupun tampilan keduanya dapat terlihat serupa.

Undertone berada di balik warna permukaan kulit dan dapat bersifat dingin, netral, atau hangat. Karena itu, pemilik olive skin tidak dapat langsung dianggap memiliki kecenderungan warna dasar hangat.

Penata gaya pribadi Brooke Ann menjelaskan bahwa undertone dingin mempunyai sedikit unsur biru, sedangkan undertone hangat mempunyai sedikit unsur kuning. Perbedaan ini membantu menjelaskan mengapa satu warna dapat terlihat cocok pada seseorang, tetapi kurang sesuai pada pemilik kulit zaitun lainnya.

Pembuluh Darah Dapat Menjadi Petunjuk

Warna pembuluh darah di pergelangan tangan dapat digunakan sebagai cara awal untuk membaca undertone. Pembuluh yang tampak lebih kebiruan sering dikaitkan dengan undertone dingin, sementara hijau atau kekuningan lebih dekat dengan undertone hangat.

Perpaduan warna biru dan hijau yang sulit dibedakan dapat menunjukkan kecenderungan netral. Namun, pemeriksaan ini bukan penentu mutlak karena pencahayaan dapat mengubah tampilan warna pembuluh.

Warna rambut dan mata juga dapat memengaruhi kecocokan sebuah palet warna. Jika penentuan undertone masih terasa sulit, analisis warna profesional dapat membantu memilih warna pakaian serta makeup dengan lebih tepat.

Baca Juga