Dari Unggahan Flexing hingga Mundur, Langkah Nevirizal Jaga Nama Institusi

Nevirizal menyatakan mundur dari jabatannya setelah unggahan media sosial anaknya memunculkan polemik. Ia memandang langkah tersebut perlu diambil untuk menjaga nama baik institusi dan memberi ruang bagi proses evaluasi di Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Pejabat yang menjabat Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues itu menilai tanggung jawab etika tetap melekat pada dirinya. Penilaian itu muncul meski persoalan yang diperdebatkan berasal dari aktivitas pribadi anggota keluarga.

Surat Pengunduran Diri Diserahkan

Pengunduran diri disampaikan tiga hari setelah persoalan tersebut menjadi perhatian publik. Suratnya diterima Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, karena bupati sedang berada di luar daerah.

Dalam pernyataan tertulis, Nevirizal menyebut polemik itu telah berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tempatnya mengabdi. Ia menyampaikan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi.

“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini,” tulisnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa pengunduran diri diposisikan sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Rangkaian Konten yang Memicu Kritik

Konten yang menjadi perbincangan memperlihatkan perjalanan keluarga ke Korea Selatan, Bangkok, dan Eropa. Unggahan percakapan mengenai rencana membeli mobil turut memperkuat persepsi gaya hidup mewah yang kemudian dikritik publik.

Foto lain menunjukkan 15 jeriken berada di sebuah ruangan, berdekatan dengan mobil berwarna hitam. Anak Nevirizal menulis dalam unggahan tersebut, “Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya.”

Unggahan jeriken itu disebut dibuat pada 9 Desember 2025. Perhatian terhadap konten tersebut meningkat karena Gayo Lues masih berada dalam masa pemulihan setelah bencana.

PeristiwaWaktu yang DisebutInformasi Utama
Unggahan jeriken9 Desember 2025Menampilkan 15 jeriken yang menjadi bahan pembicaraan.
Perjalanan ke KoreaPertengahan 2025Keluarga disebut melakukan perjalanan untuk berobat mata.
Surat terbuka Dea22 Juli 2026Permintaan maaf atas konten flexing di media sosial.

Keterangan Nevirizal soal BBM

Nevirizal mengatakan minyak dalam jeriken dibeli pada Desember ketika BBM langka untuk keperluan penanganan bencana. Kepada detikcom, ia menyebut 15 jeriken itu didrop ke rumahnya untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana pada bulan tersebut.

Salah satu percakapan keluarga yang tersebar menyebut dirinya sedang mengikuti rapat penanganan bencana. Kombinasi konteks bencana dan unggahan pribadi inilah yang membuat persoalan tersebut menjadi sensitif di mata publik.

Nevirizal juga memberi penjelasan mengenai unggahan perjalanan ke luar negeri. Ia menyebut perjalanan ke Korea dilakukan pada tahun sebelumnya dan dirinya tidak ikut dalam rombongan, termasuk ketika anaknya berlibur ke Eropa.

Pengakuan dan Janji Dea Arranoya

Dea Arranoya kemudian mengajukan permintaan maaf melalui surat terbuka yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh. Ia mengakui unggahan flexing tersebut merupakan tindakan tidak bijak dan menegaskan tidak mencari pembenaran atas kegaduhan yang timbul.

Dea menyatakan unggahan itu dibuat karena kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurangnya kebijaksanaan dalam memakai media sosial. Ia menyadari konten tersebut tidak memberi dampak positif serta memunculkan persepsi keliru di ruang publik.

Menurut laporan Antara yang dikutip detikcom, seluruh konten terkait telah dihapus dari akun media sosialnya. Dea berjanji melakukan introspeksi dan tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Baca Juga