LHS 1140 b kini menjadi salah satu planet paling penting dalam pencarian kondisi layak huni di luar tata surya. Ilmuwan mendeteksi atmosfer pada dunia berbatu yang berada di zona layak huni bintang katai merah tersebut.
Keberadaan atmosfer membuat penelitian tidak lagi hanya bertumpu pada posisi planet terhadap bintang induknya. Meski demikian, temuan ini belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa kehidupan telah ada di luar Bumi.
Gas yang telah diketahui di atmosfer LHS 1140 b adalah helium. Para peneliti memperkirakan helium tersebut berada pada lapisan atas, sementara susunan gas di bagian lebih rendah masih perlu diperiksa.
Mengapa Temuan Ini Berbeda
Planet berbatu di zona layak huni merupakan kelompok yang sangat dicari karena memiliki karakter yang lebih dekat dengan Bumi. Namun, lokasi yang tepat saja tidak dapat memastikan sebuah planet memiliki air atau lingkungan yang mendukung kehidupan.
Atmosfer berperan penting untuk memahami kondisi suatu planet. Karena itu, pendeteksian atmosfer pada LHS 1140 b memberi kesempatan untuk menelusuri kemungkinan keberadaan air dan gas lain yang lebih relevan bagi kehidupan.
Zona Goldilocks adalah istilah untuk wilayah yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari bintang. Wilayah ini dinilai berpotensi memiliki suhu yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin bagi air.
LHS 1140 b mengorbit bintang katai merah yang berjarak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi. Bintang jenis ini lebih kecil dan lebih dingin daripada Matahari.
Status Sejumlah Dunia yang Diamati
| Planet | Fokus Penelitian | Hasil yang Diketahui |
|---|---|---|
| LHS 1140 b | Planet berbatu di zona layak huni | Helium dalam atmosfer terdeteksi |
| K2-18b | Kemungkinan interior kaya air | Sinyal dimetil sulfida belum pasti |
| TRAPPIST-1d | Planet berbatu dalam sistem TRAPPIST-1 | Atmosfer seperti Bumi disingkirkan |
| TRAPPIST-1e | Planet berbatu dalam sistem TRAPPIST-1 | Belum ada kesimpulan atmosfer |
Perbandingan dengan kandidat lain menunjukkan bahwa pencarian tanda kehidupan memerlukan kehati-hatian. Sinyal gas atau indikasi atmosfer tidak selalu memiliki arti biologis dan harus dikonfirmasi melalui pengamatan tambahan.
K2-18b pernah menarik perhatian karena adanya sinyal dimetil sulfida, gas yang di Bumi dikaitkan dengan kehidupan laut. Analisis ulang yang dipimpin NASA pada 2025 menyatakan sinyal itu terlalu lemah untuk dipastikan, selain dapat terbentuk tanpa proses biologis.
Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA juga terus mengamati sistem TRAPPIST-1 yang memiliki tujuh planet berbatu. Data telah mengesampingkan kemungkinan atmosfer seperti Bumi pada TRAPPIST-1d, tetapi belum memberi jawaban pasti untuk TRAPPIST-1e.
Penelitian Lanjutan Menjadi Penentu
Penelitian LHS 1140 b dipimpin Dr. Collin Cherubim dari Universitas Harvard dan diterbitkan dalam jurnal Science. Temuan tersebut disebut sebagai pencapaian besar karena menyangkut atmosfer pada planet berbatu di zona layak huni bintang lain.
Dr. David Charbonneau dari Universitas Harvard menyebut pertanyaan tentang kehidupan di luar Bumi tetap menjadi perhatian luas. “Orang-orang pada umumnya tertarik pada pertanyaan besar: Apakah kita sendirian? Apakah ada kehidupan di luar Bumi atau di luar tata surya kita?” ujarnya.
Laporan Kompas.com yang mengutip BBC News menyebut lebih dari 6.000 planet telah ditemukan mengorbit bintang-bintang jauh. Di antara jumlah itu, planet kecil berbatu dengan atmosfer terdeteksi di zona layak huni masih menjadi kelompok yang sangat terbatas.
Langkah berikutnya adalah menentukan gas lain yang mungkin terdapat di atmosfer LHS 1140 b. Hasil pengamatan itu akan membantu ilmuwan menilai apakah planet tersebut hanya memiliki atmosfer, atau juga mempunyai kondisi yang lebih mendukung kehidupan.






