Laut Tetap Dipantau Setelah Gempa Nagekeo, BMKG Ingatkan Risiko Susulan

BMKG masih memantau tinggi muka air laut setelah peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo diakhiri. Pengawasan tetap dilakukan melalui sejumlah stasiun, bersamaan dengan pemantauan aktivitas gempa susulan.

Situasi tersebut membuat masyarakat belum dianjurkan mendekati pantai. BNPB meminta warga tetap tenang, tetapi tidak kembali ke kawasan pesisir sebelum ada informasi lanjutan dari BMKG.

Status Peringatan Berakhir, Pemantauan Berlanjut

Peringatan dini tsunami diakhiri pada pukul 07.30 WIB. Meski demikian, penghentian status peringatan tidak berarti seluruh pemantauan pascagempa selesai dilakukan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan lembaganya terus mencatat perubahan tinggi muka air laut. Langkah itu menjadi bagian dari pemantauan setelah peringatan dini dihentikan.

“Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami,” ujar Wijayanto. Masyarakat perlu mengandalkan pembaruan resmi terkait kondisi laut dan aktivitas kegempaan.

BNPB Minta Pantai Tetap Dihindari

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengingatkan warga agar tidak mendekati pantai untuk sementara waktu. Imbauan itu berlaku walaupun peringatan tsunami sudah dicabut.

“Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG,” ujar Berton.

BNPB juga menyoroti bahaya bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Warga tidak disarankan memasuki bangunan retak karena getaran susulan masih berpotensi terjadi.

Keputusan untuk kembali menggunakan bangunan perlu mengutamakan faktor keselamatan. Bangunan yang telah terdampak dapat menimbulkan risiko tambahan ketika terjadi guncangan berikutnya.

Guncangan Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah NTT

Gempa terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Pusat Gempa Nagekeo berada sekitar 30 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

BMKG mencatat gempa berkedalaman 15 kilometer dengan magnitudo 7,7. Guncangan dilaporkan terasa kuat di berbagai wilayah NTT dan menimbulkan laporan kerusakan bangunan di Maumere, Kabupaten Sikka.

Peringatan dini tsunami sempat diterbitkan setelah gempa tersebut terjadi. Informasi dampak dan perkembangan kondisi setelah gempa perlu mengikuti pengumuman lembaga resmi.

BMKG NTT Tegaskan Prediksi Susulan adalah Hoaks

BMKG NTT meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai prediksi gempa besar susulan yang beredar di media sosial. Lembaga itu menyatakan kabar tersebut sebagai hoaks.

Warga dianjurkan mengikuti informasi dari BMKG dan BNPB, terutama terkait Tsunami Nagekeo, kondisi pantai, serta potensi gempa susulan. Sikap waspada perlu disertai penggunaan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga