22 Busur Gas di Nebula Helix Mengungkap Cara Sisa Bintang Cepat Lenyap

Jaringan 22 busur gas di pinggiran Nebula Helix memperlihatkan sisa bintang mati tidak bertahan lama sebagai struktur bercahaya. Material yang pernah terlontar dari bintang itu terkikis saat bertabrakan dengan gas antarbintang dan akhirnya kembali menyatu dengan galaksi.

Para peneliti memperkirakan materi dari nebula planet dapat bertahan sekitar 10.000 tahun setelah berinteraksi dengan medium antarbintang. Setelah periode tersebut, gas akan terpecah dan terserap sepenuhnya ke lingkungan galaksi.

Busur Gas Menandai Proses Penghancuran

Struktur berbentuk busur itu ditemukan di halo luar Nebula Helix, yang berjarak sekitar 650 tahun cahaya dari Bumi di rasi Aquarius. Busur tersebut, yang juga disebut bow shocks, terbentuk ketika material nebula menghantam gas di antara bintang-bintang.

Pengamatan menunjukkan busur yang berada lebih jauh dari pusat nebula tampak semakin terkikis dan terfragmentasi. Pola ini menjadi petunjuk bahwa gas tidak sekadar mengembang ke luar, melainkan dihancurkan secara bertahap oleh lingkungan sekitarnya.

Pieter van Dokkum dari Yale University, pemimpin penelitian itu, menjelaskan bahwa tahap peralihan tersebut selama ini sulit disaksikan. “Kami melihat material yang dilepaskan di akhir hayat sebuah bintang hancur dan dikembalikan ke galaksi,” ujarnya dalam penelitian yang terbit di jurnal Nature pada 12 Agustus.

AspekNebula HelixMatahari
Status saat iniLapisan luar telah terlepas dan inti menjadi kerdil putihMasih menjalani fusi hidrogen
Tahap berikutnyaMaterial menyatu dengan medium antarbintangDiperkirakan melepas lapisan luar dalam sekitar lima miliar tahun

Jejak Tahap Akhir Sebuah Bintang

Nebula Helix termasuk nebula planet, yakni selubung gas yang tertinggal setelah sebuah bintang memasuki akhir kehidupannya. Bintang pusatnya telah kehabisan hidrogen untuk mempertahankan reaksi fusi nuklir di inti.

Setelah cadangan hidrogen inti menipis, reaksi di lapisan luar membuat bintang membesar menjadi raksasa merah. Lapisan luarnya kemudian terlepas ke angkasa, sementara bagian inti menyusut menjadi kerdil putih.

Gas yang terlepas inilah yang mula-mula membentuk selubung nebula di sekitar inti bintang. Seiring waktu, selubung tersebut terus mengembang hingga bertemu medium antarbintang dan mengalami penghancuran seperti yang terlihat pada busur-busur gas di halo luarnya.

Temuan dari Kalibrasi Instrumen

Jaringan struktur di wilayah luar Nebula Helix ditemukan ketika tim astronom melakukan kalibrasi rutin instrumen MOTHRA di Observatorium El Sauce, Chile. Pengarahan lensa ke objek yang telah lama dikenal itu justru menampilkan detail redup yang sebelumnya sukar ditangkap.

Menurut mediaindonesia.com, pengamatan tersebut membantu menjembatani tahap ketika serpihan bintang yang masih tampak jelas berubah menjadi gas tipis di ruang antarbintang. Tahap itu penting untuk memahami bagaimana materi bintang kembali beredar di dalam galaksi.

Proses tersebut juga berkaitan dengan masa depan Matahari, yang diperkirakan mengalami jalur evolusi serupa dalam sekitar lima miliar tahun. Lapisan luar Matahari kelak akan dilepaskan, lalu unsur-unsurnya masuk ke siklus materi Bima Sakti.

Tata surya sendiri terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari unsur yang dilepaskan bintang-bintang mati sebelumnya. Karena itu, penghancuran material di Nebula Helix menjadi bagian dari daur ulang kosmik yang dapat menyediakan bahan bagi pembentukan generasi bintang baru.

Baca Juga